Minggu, 28 Juli 2013

BUDI DAYA AYAM PETELUR

Sebenarnya jika ayam petelur benar-benar dibudidayakan dengan benar maka akan meningkatkan pendapatan keluarga Berikut ulasannya tentang tips/ cara beternak ayam petelur ( cara budidaya ayam petelur/ cara memelihara ayam petelur) .

Ayam petelur adalah ayam-ayam betina dewasa yg dipelihara khusus utk diambil telurnya. Asal mula ayam unggas adalah berasal dari ayam hutan & itik liar yg ditangkap & dipelihara serta dpt bertelur cukup banyak.
Ayam yg pertama masuk & mulai diternakkan pada periode ini adalah ayam ras petelur white leghorn yg kurus & umumnya setelah habis masa produktifnya. Antipati orang terhadap daging ayam ras cukup lama hingga menjelang akhir periode 1990-an. Ketika itu mulai merebak peternakan ayam broiler yg memang khusus utk daging, sementara ayam petelur dwiguna/ayam petelur cokelat mulai menjamur pula. Disinilah masyarakat mulai sadar bahwa ayam ras memiliki klasifikasi sebagai petelur handal & pedaging yg enak. Mulai terjadi pula persaingan tajam antara telur & daging ayam ras dgn telur & daging ayam kampung. Sementara itu telur ayam ras cokelat mulai di atas angin, sedangkan telur ayam kampung mulai terpuruk pada penggunaan resep makanan tradisional saja. Persaingan inilah menandakan maraknya peternakan ayam petelur.


Jenis ayam petelur dibagi menjadi dua tipe:

    Tipe Ayam Petelur Ringan.
    Tipe ayam ini disebut dgn ayam petelur putih. Ayam petelur ringan ini memiliki badan yg ramping/kurus-mungil/kecil & mata bersinar. Bulunya berwarna putih bersih & berjengger merah. Ayam ini berasal dari galur murni white leghorn. Ayam galur ini sulit dicari, tapi ayam petelur ringan komersial banyak dijual di Indonesia dgn berbagai nama. Setiap pembibit ayam petelur di Indonesia pasti memiliki & menjual ayam petelur ringan (petelur putih) komersial ini. Ayam ini mampu bertelur lebih dari 260 telur per tahun produksi hen house. Sebagai petelur, ayam tipe ini memang khusus utk bertelur saja sehingga semua kemampuan dirinya diarahkan pada kemampuan bertelur, karena dagingnya hanya sedikit. Ayam petelur ringan ini sensitif terhadapa cuaca panas & keributan, & ayam ini mudah kaget & jika kaget ayam ini produksinya akan cepat turun, begitu juga jika kepanasan.
    Tipe Ayam Petelur Medium.
    Bobot tubuh ayam ini cukup berat. Meskipun itu, beratnya masih berada di antara berat ayam petelur ringan & ayam broiler. Oleh karena itu ayam ini disebut tipe ayam petelur medium. Tubuh ayam ini tdk kurus, tetapi juga tdk terlihat gemuk. Telurnya cukup banyak & juga dpt menghasilkan daging yg banyak. Ayam ini disebut juga dgn ayam tipe dwiguna. Karena warnanya yg cokelat, maka ayam ini disebut dgn ayam petelur cokelat yg umumnya memiliki warna bulu yg cokelat juga. Dipasaran orang mengatakan telur cokelat lebih disukai daripada telur putih, kalau dilihat dari warna kulitnya memang lebih menarik yg cokelat daripada yg putih, tapi dari segi gizi & rasa relatif sama. Satu hal yg berbeda adalah harganya dipasaran, harga telur cokelat lebih mahal daripada telur putih. Hal ini dikarenakan telur cokelat lebih berat daripada telur putih & produksinya telur cokelat lebih sedikit daripada telur putih. Selain itu daging dari ayam petelur medium akan lebih laku dijual sebagai ayam pedaging dgn rasa yg enak.

Ayam-ayam petelur unggul yg ada sangat baik dipakai sebagai plasma nutfah utk menghasilkan bibit yg bermutu. Hasil kotoran & limbah dari pemotongan ayam petelur merupakan hasil samping yg dpt diolah menjadi pupuk kandang, kompos atau sumber energi (biogas). Sedangkan seperti usus & jeroan ayam dpt dijadikan sebagai pakan ternak unggas setelah dikeringkan. Selain itu ayam dimanfaatkan juga dlm upacara keagamaan.
Syarat Lokasi yg baik utk budidaya ayam petelur adalah :

-Lokasi yg jauh dari keramaian/perumahan penduduk.
-Lokasi mudah dijangkau dari pusat-pusat pemasaran.
-Lokasi terpilih bersifat menetap, tdk berpindah-pindah.

Pedoman teknis beternak ayam petelur antara lain:

Penyiapan Sarana & Peralatan.
1. Kandang

    Iklim kandang yg cocok utk beternak ayam petelur meliputi persyaratan temperatur berkisar antara 32,2–35 °C, kelembaban berkisar antara 60–70%, penerangan & atau pemanasan kandang sesuai dgn aturan yg ada, tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi & tdk melawan arah mata angin kencang serta sirkulasi udara yg baik, jangan membuat kandang dgn permukaan lahan yg berbukit karena menghalangi sirkulasi udara & membahayakan aliran air permukaan jika turun hujan, sebaiknya kandang dibangun dgn sistem terbuka agar hembusan angin cukup memberikan kesegaran di dlm kandang. utk kontruksi kandang tdk harus dgn bahan yg mahal, yg penting kuat, bersih & tahan lama. Selanjutnya perlengkapan kandang hendaknya disediakan selengkap mungkin seperti tempat pakan, tempat minum, tempat air, tempat ransum, tempat obat-obatan & sistem alat penerangan.

Bentuk-bentuk kandang berdasarkan sistemnya dibagi menjadi dua:

    Sistem kandang koloni, satu kandang utk banyak ayam yg terdiri dari ribuan ekor ayam petelur;
    Sistem kandang individual, kandang ini lebih dikenal dgn sebutan cage. Ciri dari kandang ini adalah pengaruh individu di dlm kandang tersebut menjadi dominan karena satu kotak kandang utk satu ekor ayam. Kandang sistem ini banyak digunakan dlm peternakan ayam petelur komersial.

Jenis kandang berdasarkan lantainya dibagi menjadi tiga macam yaitu:

    kandang dgn lantai liter, kandang ini dibuat dgn lantai yg dilapisi kulit padi, pesak/sekam padi & kandang ini umumnya diterapkan pada kandang sistem koloni;
    kandang dgn lantai kolong berlubang, lantai utk sistem ini terdiri dari bantu atau kayu kaso dgn lubang-lubang diantaranya, yg nantinya utk membuang tinja ayam & langsung ke tempat penampungan;
    kandang dgn lantai campuran liter dgn kolong berlubang, dgn perbandingan 40% luas lantai kandang utk alas liter & 60% luas lantai dgn kolong berlubang (terdiri dari 30% di kanan & 30% di kiri).

2. Peralatan

a). Litter (alas lantai)

    Alas lantai/litter harus dlm keadaan kering, maka tdk ada atap yg bocor & air hujan tdk ada yg masuk walau angin kencang. Tebal litter setinggi 10 cm, bahan litter dipakai campuran dari kulit padi/sekam dgn sedikit kapur & pasir secukupnya, atau hasi serutan kayu dgn panjang antara 3–5 cm utk pengganti kulit padi/sekam.

Tempat bertelur

    Penyediaan tempat bertelur agar mudah mengambil telur & kulit telur tdk kotor, dpt dibuatkan kotak ukuran 30 x 35 x 45 cm yg cukup utk 4–5 ekor ayam. Kotak diletakkan dididing kandang dgn lebih tinggi dari tempat bertengger, penempatannya agar mudah pengambilan telur dari luar sehingga telur tdk pecah & terinjak-injak serta dimakan. Dasar tempat bertelur dibuat miring dari kawat hingga telur langsung ke luar sarang setelah bertelur & dibuat lubah yg lebih besar dari besar telur pada dasar sarang.

Tempat bertengger utk tempat istirahat/tidur.

    Dibuat dekat dinding & diusahakan kotoran jatuh ke lantai yg mudah dibersihkan dari luar. Dibuat tertutup agar terhindar dari angin & letaknya lebih rendah dari tempat bertelur. Tempat makan, minum & tempat grit

Tempat makan & minum harus tersedia cukup

    Bahannya dari bambu, almunium atau apa saja yg kuat & tdk bocor juga tdk berkarat. utk tempat grit dgn kotak khusus.

Penyiapan Bibit.

Ayam petelur yg akan dipelihara haruslah memenuhi syarat sebagai berikut, antara lain:

    Ayam petelur harus sehat & tdk cacat fisiknya.
    Pertumbuhan & perkembangan normal.
    Ayam petelur berasal dari bibit yg diketahui keunggulannya.

Ada beberapa pedoman teknis utk memilih bibit/DOC (Day Old Chicken) /ayam umur sehari:

    Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yg sehat.
    Bulu tampak halus & penuh serta baik pertumbuhannya .
    Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.
    Anak ayam mempunyak nafsu makan yg baik.
    Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.
    Tidak ada letakan tinja diduburnya.

1. Pemilihan Bibit & Calon Induk.
Penyiapan bibit ayam petelur yg berkreteria baik dlm hal ini tergantung sebagai berikut:

    Konversi Ransum. Konversi ransum merupakan perabandingan antara ransum yg dihabiskan ayam dlm menghasilkan sejumlah telur. Keadaan ini sering disebut dgn ransum per kilogram telur. Ayam yg baik akan makan sejumlah ransum & menghasilkan telur yg lebih banyak/lebih besar daripada sejumlah ransum yg dimakannya. Jika ayam itu makan terlalu banyak & bertelur sedikit maka hal ini merupakan cermin buruk bagi ayam itu. Jika bibit ayam memiliki konversi yg kecil maka bibit itu dpt dipilih, nilai konversi ini dikemukakan berikut ini pada berbagai bibit ayam & juga dpt diketahui dari lembaran daging yg sering dibagikan pembibit kepada peternak dlm setiap promosi penjualan bibit ayamnya.
    Produksi Telur. Produksi telur sudah tentu menjadi perhatian. Dipilih bibit yg dpt memproduksi telur banyak. Tetapi konversi ransum tetap utama sebab ayam yg produksi telurnya tinggi tetapi makannya banyak juga tdk menguntungkan.
    Prestasi bibit dilapangan/dipeternakan. Apajika kedua hal diatas telah baik maka kemampuan ayam utk bertelur hanya dlm sebatas kemampuan bibit itu. Contoh prestasi beberapa jenis bibit ayam petelur dpt dilihat pada data di bawah ini. - Babcock B-300 v: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 270, ransum 1,82 kg/dosin telur.

* Dekalb Xl-Link: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 255-280, ransum 1,8-2,0 kg/dosin telur.
*Hisex white: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 288, ransum 1,89 gram/dosin telur.
*H & W nick: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 272, ransum 1,7-1,9 kg/dosin telur.
*Hubbarb leghorn: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house)260, ransum 1,8-1,86 kg/dosin telur.
*Ross white: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 275, ransum 1,9 kg/dosin telur.
*Shaver S 288: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house)280, ransum 1,7-1,9 kg/dosin telur.
*Babcock B 380: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 260-275, ransum 1,9 kg/dosin telur.
*Hisex brown: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house)272, ransum 1,98 kg/dosin telur.
*Hubbarb golden cornet: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 260, ransum 1,24-1,3 kg/dosin telur.
*Ross Brown: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 270, ransum 2,0 kg/dosin telur.
*Shaver star cross 579: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 265, ransum 2,0-2,08 kg/dosin telur.
*Warren sex sal link: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 280, ransum 2,04 kg/dosin telur.

Pemeliharaan
Sanitasi & Tindakan Preventif

    Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yg paling murah, hanya dibutuhkan tenaga yg ulet/terampil saja. Tindakan preventif dgn memberikan vaksin pada ternak dgn merek & dosis sesuai catatan pada label yg dari poultry shoup.

Pemberian Pakan

    Untuk pemberian pakan ayam petelur ada 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) & fase finisher (umur 4-6 minggu).

Kualitas & kuantitas pakan fase starter adalah sebagai berikut:

    Kwalitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal.
    Kwantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor; minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor; minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor & minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor. Jadi jumlah pakan yg dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 4 minggu sebesar 1.520 gram.

Kwalitas & kwantitas pakan fase finisher adalah sebagai berikut:

    Kwalitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%; serat kasar 4,5%; kalsium (Ca) 1%; Phospor (P) 0,7-0,9% & energi (ME) 2900-3400 Kcal.
    Kwantitas pakan terbagi/digolongkan dlm empat golongan umur yaitu: minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor; minggu ke-6 (umut 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor; minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor & minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor. Jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram.

Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam, dlm hal ini dikelompokkan dlm 2 (dua) fase yaitu:
a). Fase starter (umur 1-29 hari) kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu

    minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor;
    minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor;
    minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan
    minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor.

Jadi jumlah air minum yg dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula & obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yg diberikan adalah 50 gram/liter air.

b). Fase finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dlm masing-masing minggu yaitu

    minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 lliter/hari/100 ekor;
    minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor;
    minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor &
    minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.

Pemberian Vaksinasi & Obat
Vaksinasi merupakan salah satu cara pengendalian penyakit virus yg menulardengan cara menciptakan kekebalan tubuh. Pemberiannya secara teratur sangat penting utk mencegah penyakit. Vaksin dibagi menjadi 2 macam yaitu:

    Vaksin aktif adalah vaksin mengandung virus hidup. Kekebalan yg ditimbulkan lebih lama daripada dgn vaksin inaktif/pasif. 
    Vaksin inaktif, adalah vaksin yg mengandung virus yg telah dilemahkan/dimatikan tanpa merubah struktur antigenic, hingga mampu membentuk zat kebal. Kekebalan yg ditimbulkan lebih pendek, keuntungannya disuntikan pada ayam yg diduga sakit.

Macam-macam vaksin:

    Vaksin NCD vrus Lasota buatan Drh Kuryna
    Vaksin NCD virus Komarov buatan Drh Kuryna (vaksin inaktif)
    Vaksin NCD HB-1/Pestos.
    Vaksin Cacar/pox, virus Diftose.
    Vaksin anti RCD Vaksin Lyomarex utk Marek.

Persyaratan dlm vaksinasi adalah:

    Ayam yg divaksinasi harus sehat.
    Dosis & kemasan vaksin harus tepat.
    Sterilisasi alat-alat.

Pemeliharaan Kandang

    Agar bangunan kandang dpt berguna secara efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu dibersihkan & dijaga/dicek apajika ada bagian yg rusak supaya segera disulam/diperbaiki kembali. dgn demikian daya guna kandang bisa maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yg dipelihara.

Hama penyakit yg menyerang ayam petelur adalah:

    Penyakit karena Bakteri
        Berak putih (pullorum)
        Menyerang ayam kampung dgn angka kematian yg tinggi.
        Penyebab: Salmonella pullorum. Pengendalian: diobati dgn antibiotika
        Foel typhoid
        Sasaran yg disering adalah ayam muda/remaja & dewasa.
        Penyebab: Salmonella gallinarum. Gejala: ayam mengeluarkan tinja yg berwarna hijau kekuningan.
        Pengendalian: dgn antibiotika/preparat sulfa.
        Parathyphoid
        Menyerang ayam dibawah umur satu bulan.
        Penyebab: bakteri dari genus Salmonella.
        Pengendalian: dgn preparat sulfa/obat sejenisnya.
        Kolera
        Penyakit ini jarang menyerang anak ayam atau ayam remaja tetapi selain menyerang ayam menyerang kalkun & burung merpati.
        Penyebab: pasteurella multocida.
        Gejala: pada serangan yg serius pial ayam (gelambir dibawah paruh) akan membesar.
        Pengendalian: dgn antibiotika (Tetrasiklin/Streptomisin).
        Pilek ayam (Coryza)
        Menyerang semua umur ayam & terutama menyerang anak ayam.
        Penyebab: makhluk intermediet antara bakteri & virus.
        Gejala: ayam yg terserang menunjukkan tanda-tanda seperti orang pilek.
        Pengendalian: dpt disembuhkan dgn antibiotia/preparat sulfa.
        CRD
        CRD adalah penyakit pada ayam yg populer di Indonesia. Menyerang anak ayam & ayam remaja.
        Pengendalian: dilakukan dgn antibiotika (Spiramisin & Tilosin).
        Infeksi synovitis
        Penyakit ini sering menyerang ayam muda terutama ayam broiler & kalkun.
        Penyebab: bakteri dari genus Mycoplasma.
        Pengendalian: dgn antibiotika.
    Penyakit karena Virus
        Newcastle disease (ND)
        ND adalah penyakit oleh virus yg populer di peternak ayam Indonesia. Pada awalnya penyakit ditemukan tahun 1926 di daerah Priangan. Penemuan tersebut tdk tersebar luas ke seluruh dunia. Kemudian di Eropa, penyakit ini ditemukan lagi & diberitakan ke seluruh dunia. Akhirnya penyakit ini disebut Newcastle disease.
        Infeksi bronchitis
        Infeksi bronchitis menyerang semua umur ayam. Pada dewasa penyakit ini menurunkan produksi telur. Penyakit ini merupakan penyakit pernafasan yg serius utk anak ayam & ayam remaja. Tingkat kematian ayam dewasa adalah rendah, tapi pada anak ayam mencapai 40%. Jika menyerang ayam petelur menyebabkan telur lembek, kulit telur tdk normal, putih telur encer & kuning telur mudah berpindah tempat (kuning telur yg normal selalu ada ditengah). tdk ada pengobatan utk penyakit ini tetapi dpt dicegah dgn vaksinasi.
        Infeksi laryngotracheitis
        Infeksi laryngotracheitis merupakan penyakit pernapasan yg serius terjadi pada unggas. Penyebab: virus yg diindetifikasikan dgn Tarpeia avium. Virus ini di luar mudah dibunuh dgn desinfektan, misalnya karbol.
        Pengendalian:
            belum ada obat utk mengatasi penyakit ini;
            pencegahan dilakukan dgn vaksinasi & sanitasi yg ketat.
        Cacar ayam (Fowl pox)
        Gejala: tubuh ayam bagian jengger yg terserang akan bercak-bercak cacar.
        Penyebab: virus Borreliota avium.
        Pengendalian: dgn vaksinasi.
        Marek
        Penyakit ini menjadi populer sejak tahun 1980-an hingga kini menyerang bangsa unggas, akibat serangannya menyebabkan kematian ayam hingga 50%.
        Pengendalian: dgn vaksinasi.
        Gumboro
        Penyakit ini ditemukan tahun 1962 oleh Cosgrove di daerah Delmarva Amerika Serikat. Penyakit ini menyerang bursa fabrisius, khususnya menyerang anak ayam umur 3–6 minggu.
    Penyakit karena Jamur & Toksin
    Penyakit ini karena ada jamur atau sejenisnya yg merusak makanan. Hasil perusakan ini mengeluarkan zak racun yg kemudian di makan ayam. Ada pula pengolahan bahan yg menyebabkan asam amino berubah menjadi zat beracun. Beberapa penyakit ini adalah :
        Muntah darah hitam (Gizzerosin)
        Ciri kerusakan total pada gizzard ayam.
        Penyebab: adalah racun dlm tepung ikan tetapi tdk semua tepung ikan menimbulkan penyakit ini. Timbul penyakit ini akibat pemanasan bahan makanan yg menguraikan asam amino hingg menjadi racun.
        Pengendalian: belum ada.
        Racun dari bungkil kacang
        Minyak yg tinggi dlm bungkil kelapa & bungkil kacang merangsang pertumbuhan jamur dari grup Aspergillus. utk menghindari keracunan bungkil kacang maka dlm rancung tdk digunakan antioksidan atau bungkil kacang & bungkil kelapa yg mengandung kadar lemak tinggi.
    Penyakit karena Parasit
        Cacing
        Karena penyakit cacing jarang ditemukan di peternakan yg bersih & terpelihara baik. Tetapi peternakan yg kotor banyak siput air & minuman kotor maka mungkin ayam terserang cacingan.
        Ciri serangan cacingan adalah tubuhnya kurus, bulunya kusam, produksi telur merosot & kurang aktif.
        Kutu
        Banyak menyerang ayam di peternakan Indonesia. Dari luar kutu tdk terlihat tapi jika bulu ayam disibak akan terlihat kutunya. Tanda fisik ayam terserang ayam akan gelisah. Kutu umum terdapat di kandang yg tdk terkena sinar matahari langsung maka sisi samping kandang diarahkan melintang dari Timur ke Barat. Penggunaan semprotan kutu sama dgn cara penyemprotan nyamuk. Penyemprotan ini tdk boleh mengenai tangan & mata secara langsung & penyemprotan dilakukan malam hari sehingga pelaksanaannya lebih mudah karena ayam tdk aktif.
    Penyakit karena Protozoa
    Penyakit ini berasal dari protozoa (trichomoniasis, Hexamitiasis & Blachead), penyakit ini dimasukkan ke golongan parasit tetapi sebenarnya berbeda. Penyakit ini jarang menyerang ayam lingkungan peternakan dijaga kebersihan dari alang-alang & genangan air.

Panen Ayam Petelur:

    Hasil Utama
    Hasil utama dari budidaya ayam petelur adalah berupa telur yg dihasilkan oleh ayam. Sebaiknya telur dipanen 3 kali dlm sehari. Hal ini bertujuan agar kerusakan isi tlur yg disebabkan oleh virus dpt terhindar/terkurangi. Pengambilan pertama pada pagi hari antara pukul 10.00-11.00; pengambilan kedua pukul 13.00-14.00; pengambilan ketiga (terakhir)sambil mengecek seluruh kandang dilakukan pada pukul 15.00-16.00.Hasil Tambahan
    Hasil tambahan yg dpt dinukmati dari hasil budidaya ayam petelur adalah daging dari ayam yg telah tua (afkir) & kotoran yg dpt dijual utk dijadikan pupuk kandang.Pengumpulan
    Telur yg telah dihasilkan diambil & diletakkan di atas egg tray (nampan telur). dlm pengambilan & pengumpulan telur, petugas pengambil harus langsung memisahkan antara telur yg normal dgn yg abnormal. Telur normal adalah telur yg oval, bersih & kulitnya mulus serta beratnya 57,6 gram dgn volume sebesar 63 cc. Telur yg abnormal misalnya telurnya kecil atau terlalu besar, kulitnya retak atau keriting, bentuknya lonjong. Pembersihan
    Setelah telur dikumpulkan, selanjutnya telur yg kotor karena terkena litter atau tinja ayam dibershkan. Telur yg terkena litter dpt dibersihkan dgn amplas besi yg halus, dicuci secara khusus atau dgn cairan pembersih. Biasanya pembersihan dilakukan utk telur tetas.

  mudah maudahan tulisan ini bisa berguna.


CARA MEMBUAT RAGI TAPE

Ragi tape yang sering disebut sebagai “ragi” adalah starter untuk membuat tape ketan atau singkong. Di dalam ragi ini terdapat mikroorganisme yang dapat mengubah karbohidrat (pati) menjadi gula sederhana (gluklosa) yang selanjutnya diubah lagi menjadi alcohol. Beberapa jenis mikroorganisme yang terdapat dalam ragi adalah Chlamydomucor aryzae, rhizopus orzae, Mucor sp, andida sp., Saccharomyces cerevisiae, Saccharomyces verdommamii, dan lain-lain.

Pada dasarnya pembuatan ragi merupakan teknik dalam memperbanyak mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan tape. Perbanyakanini dilakukan dalam suatu medium tertentu dan setelah cukup banyak mikroba yang tumbuh, pertumbuhannya dihentikan serta dibuat dalam keadaan istirahat, baik dalam bentuk sel maupun dalam bentuk sporanya. Penghentian perumbuhan mikroba tersebut dilakukan dengan cara mengeringkan medium tumbuhnya.

A. ALAT DAN BAHAN

1. ALAT
- Alat penumbuk atau gilingan
- Ayakan tepung
- Baskom atau panci untuk membuat adonan
- Tampah bambo
- Sapu merang
- Daun pisang atau lembaran plastik

2. BAHAN
- Beras ketan putih 1,5 kg
- Merica 50 gram
- Cabe untuk jamu 50 gram
- Bawang putih 50 gram
- Lengkuas (laos) 7,5 gram
- Air perasan tebu
- Ragi yang telah jadi

B. CARA KERJA
- Tumbuklah merica dan cabe hingga halus, kemudian disaring
- Tambahkan bawang putih dan lengkuas, dan tumbuk lagi hingga halus merata.
- Buatlah tepung beras ketan putih. Tepung bers putih dapat digunakan dari tepung sudah jadi.
- Campurkan bumbu yang telah dihaluskan tadi dengan tepung beras ketan putih dan aduk hingga rata.
- Sambil diaduk-aduk, tambahkan air perasan tebu sedikit-sedikit sehingga bahan menjadi adonan yang mudah dibentuk, tetapi tidak terlalu basah.
- Bentuklah adonan menjadi bulatan pipih dengan diameter sekitar 3 cm.
- Letakan adonan yang telah dibentuk tadi di atas tampah bamboo yang telah diberikan alas dengan sapu merang . kemudian taburkan dibagian atas adonan tersebut serbuk ragi dan tutup dengan daun pisang atau palstik.
- Simpan lah adonan yang telah ditaburi serbuk ragi pada tempat yang aman selama selam sekitar 24 jam hingga mikroorganisme tumbuh dan berkembang baik.
- Keringkan adonan yang telah ditumbuhi mikroorganisme dengan cara menjemurnya di bawah terik matahari selam 2 – 5 hari. Adonan yang telah kering merupakan yagi yang sudah siap untuk digunakan.
- Simpanlah ragi yang telah diperoleh pada tempat kering. Ragi dapat digunakan setiap kali diperlukan.


Kamis, 25 Juli 2013

BUDI DAYA CACING TANAH

Manfaat Cacing Tanah
Dibandingkan dengan negara-negara lain,, seperti Amerika Serikat, Philipina, Jepang, Taiwan, Australia, serta beberapa negara Eropa, budidaya cacing tanah di Indonesia masih merupakan hal baru. Penggunaannya juga masih sangat terbatas. Tidak seperti negara-negara lain yang memanfaatkan cacing tanah selain sebagai pakan ternak atau ikan, juga untuk bahan obat, bahan kosmetika, pengurai sampah, bahkan sebagai makanan manusia, bahkan di Perancis cacing tanah dipergunakan sebagai campuran bahan makan di restoran-restoran terkemuka yang dikenal sebagai verne de terre, artinya makanan dari cacing tanah.

Budidaya Cacing Tanah Monokultur
Pemilihan Lokasi dan Pembuatan Kandang
Lokasi budidaya cacing tanah tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Dalam skala budidaya besar, dapat disediakan ruangan khusus yang atapnya tidak terbuat dari bahan-bahan yang dapat meneruskan sinar atau menyimpan panas. Sinar matahari langsung atau suhu tinggi dapat mengakibatkan pertukaran udara dalam wadah, sehingga media budidaya cacing tanah cepat kering.

Pembuatan kandang sebaiknya menggunakan bahan-bahan yang murah dan mudah didapat di lingkungan kita, antara lain, bambu, rumbia, genteng, ijuk, papan bekas, dll. Di dalam kandang dibuat rak-rak bertingkat sebagai tempat menaruh wadah pemeliharaan.

Pembuatan Wadah Pemeliharaan
Wadah pemeliharaan adalah tempat sarang cacing tanah, sehingga dapat memanfaatkan barang-barang bekas yang murah, seperti ember, kaleng, drum, karung, peti, plastik, dll. Ukuran wadah disesuaikan dengan kenyamanan saat perawatan.

Bahan-Bahan Sarang
Sarang merupakan tempat hidup sekaligus sebagai makanan cacing tanah. Untuk itu bahan sarang harus memenuhi syarat sebagai tempat hidup dan makanan. Bila bahan sarang lebih lengkap maka pakan tambahan yang harus diberikan lebih sedikit. Sehingga dapat dikatakan bahwa mutu sarang merupakan kunci keberhasilan budidaya cacing tanah.

Bahan-bahan untuk sarang sebaiknya digunakan bahan yang murah. Bahan-bahan dimaksud antara lain kotoran ternak, serbuk gergaji, serutan kayu, sekam, dedak, rumput, dedaunan, lumpur selokan, kertas/karton yang tidak terpakai, kompos sampak, eceng gondok, ampas singkong, dan berbagai sisa-sisa hasil pertanian. Semua kotoran ternak terutama yang sudah dingin langsung dapat dipakai sebagai sarang budidaya cacing tanah.

Untuk membuat sarang, kita tidak perlu menggunakan semua bahan, tetapi yang terpenting harus memenuhi syarat-syarat antara lain mempunyai daya serap tinggi untuk menahan air, harus selalu gembur dan tidak menjadi padat, harus mudah terdekomposisi atau terurai, jangan mengandung tanah permukaan, dan jika diharapkan sebagai sumber pakan jangan terlalu tinggi proteinnya.

Sarang bisa bervariasi susunannya tergantung dari bahan yang ada, temperatur lingkungan, dan tujuan budidaya cacing tanah. Hal ini mungkin karena cacing tanah berdaya adaptasi tinggi terhadap lingkungannya.

Cara Membuat Sarang
Bahan-bahan yang tersedia terlebih dahulu dipotong-potong sepanjang 2-3 cm. Jika bahan tercemar zat-zat beracun, misal pestisida, sebaiknya direndam dulu dalam air selama 24 jam. Berbagai bahan, kecuali kotoran ternak, diaduk dan ditambah air. Pada minggu pertama dan kedua dilakukan pengadukan sebanyak dua kali dalam seminggu. Selanjutnya pada minggu ketiga dan keempat hanya dilakukan sekali pengadukan. Air selalu ditambahkan secukupnya supaya tetap basah, tetapi jangan sampai tergenang.

Kotoran ternak secara terpisah juga harus selalu diaduk dan diberi air. Pengadukan dilakukan cukup sekali dalam seminggu. Biasanya dalam empat minggu sudah cukup baik untuk digunakan.

Kemudian bahan campuran dan kotoran ternak itu dijadikan satu dengan perbandingan 70% bahan campuran dan 30% kotoran ternak. Seluruh campuran diaduk rata dan ditempatkan dalam lubang atau bak yang kemudian di atasnya ditutupi dengan plastik. Biarkan adukan itu selama 24 jam dan jangan sampai kekeringan.

Yang perlu diperhatikan adalah tingkat keasaman dan temperatur dari adukan tersebut harus sesuai dengan media hidup cacing tanah. Temperatur diukur dengan termometer biasa, sedangkan tingkat keasaman (pH) dapat digunakan kertas lakmus.

Setelah cacing tanah dimasukkan ke dalam bak, sebaiknya bak ditutup dengan daun pisang, pelepah pisang, atau dedaunan lain. Bisa juga menggunakan kertas koran, karung goni atau barang lain yang dapat digunakan sebagai tutup. Penutupan bertujuan untuk mengurangi penguapan dan melindungi cacing dari cahaya.

Penanaman atau Pemasukan Bibit Cacing Tanah
Apabila media pemeliharaan telah siap dan bibit cacing tanah telah siap, maka penanaman dapat segera dilaksanakan dalam wadah pemeliharaan. Bibit cacing anah yang ada tidak sekaligus dimasukkan ke dalam media, tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit.

Amati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, baru kemudian semua bibit cacing bisa dimasukkan. Pengamatan dilakukan setiap tiga jam sekali, apakah ada bibit cacing yang berkeliaran di atas media atau ada yang meninggalkan media. Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada cacing yang meninggalkan media berarti cacing tanah tersebut betah dan cocok dengan medi. Sebaliknya jika media tidak cocok, maka cacing tanah akan berkeliaran di permukaan.

Untuk mengatasinya maka harus dilakukan perbaikan media. Perbaikan media budidaya cacing tanah dapat dilakukan dengan cara disiran dengan air, kemudian diperas. Lakukan secara berulang hingga air perasannya tidak berwarna hitam atau cokelat tua.

Pemberian Pakan
Cacing tanah diberi pakan sekali dalam sehari semalam. Jumlah pakan dalam sekali pemberian sama dengan berat cacing tanah saat penanaman.

Secara umum pakan cacing tanah adalah semua kotoran hewan terutama adalah kotoran sapi Kotoran yang dipakai sebaiknya yang sudah matang atau sudah terdekomposisi. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari proses dekomposisi dalam media yang akan menghasilkan panas sehingga dapat menaikkan temperatur dalam media.

Namun pakan yang lebih bervariasi lebih disukai oleh cacing tanah. Variasi pakan dimaksud antara lain 30% kotoran hewan dan 70% kompos hijauan. Atau dapat juga 30% kotoran hewan dan 70% ampas kedelai. Dapat juga diberikan pakan dari sisa-sisa dapur.

Pemberian pakan harus dalam bentuk bubur dengan perbandingan 1 campuran pakan dan 1 air. Pakan diberikan merata di atas permukaan media tetapi sisakan 2-3 cm dari tepi yang tidak ditaburi pakan. Kemudian pakan ditutup dengan kain atau plastik atau bahan lain yang tidak tembus cahaya.

Penggantian Media
Penggantian media dilakukan apabila media sudah menjadi tanah atau kascing (bekas cacing), atau pada media tersebut telah banyak telur yang disebut kokon. Supaya cacing tetap berkembang maka harus dipisahkan antara telur, anak, dan induk. Harus dilakukan penggantian media dengan cepat bila terlihat sudah menjadi tanah.

Hama dan musuh cacing Tanah
Lintah membunuh cacing tanah dengan cara menghisap darah cacing sampai habis. Cara pengendaliannya yaitu dengan menaburkan tembakau di permukaan media.

Kumbang menaruh telur-telur dalam media. Setelah telur-telur tersebut menetas menjadi larva, larva akan memakan media dan pakan cacing tanah. Biasanya kumbang jarang ditemukan, tetapi bila menemukan kumbang di permukaan media, segerah dibunuh.

Semut merah, memakan pakan cacing tanah yang mengandung karbohidrat dan lemak. Padahal kedua zat ini diperlukan untuk penggemukan cacing tanah. Pencegahan dilakukan dengan cara sekitar wadah pemeliharaan diberi air cukup.

Tikus, memakan pakan cacing tanah yang berupa butiran, biasanya sisa pakan ayam. Menanggulangi gangguan tikus dengan cara memasang alat perangkap.

Panen
Dalam beternak cacing tanah ada dua hasil yang bernilai ekonomis tinggi yaitu cacing itu sendiri dan kascing. Panen dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara yang akan kami sampaikan disini adalah yang paling sederhana sehingga mudah diaplikasikan.

Siapkan alat penerang, bisa lampu bohlam, neon, atau petromaks. Bila salah satu dari bagian wadah pemeliharaan diberi penerang, maka cacing akan berkumpul di bagian lain karena cacing sangat sensitif terhadap cahaya. Kemudian tinggal mengambil cacing tanah yang sudah berkumpul pada salah satu sisi dan memisahkan cacing tanah dengan media. Cara pemanenan sebagai berikut, siapkan wadah berbentuk kerucut atau corong. Masukkan bagian sarang yang terdapat cacingnya (cacing sudah berkumpul pada salah satu bagian setelah bagian lain diberi penerang) ke dalam kerucut atau corong yang sudah dipersiapkan. Corong ditaruh di atas wadah penampung yang hanya diberi lubang sebesar lobang corong sehingga kondisi dalam wadah penampung tetap gelap. Sesuai dengan sifatnya cacing tanah akan turun ke bawah dan masuk dalam wadah penampung dengan sendirinya. Ambil sarang/kascing bagian atas sedikit demi sedikit sampai habis. Demikian cara panen dilakukan sampai semua cacing tertampung dalam wadah penampung.


TERNAK SAPI

USAHA TERNAK SAPI – BUDIDAYA SAPI
Tingginya permintaan konsumen terhadap daging sapi membuka peluang yang cukup besar bagi usaha ternak sapi di Indonesia. Secara kultural, usaha ternak sapi, terutama yang dilakukan secara tradisional, bukan merupakan hal yang baru bagi masyarakat Indonesia. Selain karena sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di perdesaan dan bermatapencaharian sebagai petani, Indonesia juga menjadi negara yang sangat berpotensi untuk mengembangkan usaha ternak sapi tersebut. Mengingat di negara kita memiliki iklim dan cuaca yang cocok untuk peternakan sapi.

PENGEMBANGBIAKAN SAPI TERNAK
Sistem penggemukan ternak sapi di negara kita pada umumnya masih bertujuan ganda. Sebab di negara kita belum begitu banyak pengusaha yang secara khusus memproduksi anak sapi calon penggemukan. Hal ini berbeda dengan negara-negara maju seperti Eropa, Amerika dan Australia. Di sana baik usaha penggemukan ataupun untuk memproduksi anak sapi calon penggemukan merupakan usaha tersendiri, secara terpisah, seperti halnya usaha ternak ayam ras di Indonesia. Dengan demikian, di negara-negara maju hanya dikenal istilah Cattle feeder dan Feeder cattle.

a. Cattle feeder
Yakni peternak yang khusus melakukan usaha penggemukan. Di sini para peternak tidak memproduksi anak sapi ataupun calon-calon sapi pengganti yang akan digemukkan. Semua sapi yang digemukkan dibeli dari peternak yang memang secara khusus memproduksi anak-anak sapi calon penggemukan (feeder cattle).

b. Feeder cattle
Yakni pengusaha ternak sapi yang secara khusus memproduksi anak-anak sapi calon penggemukan. Di sini pengusaha tidak membesarkan atau menggemukkan anak-anak sapi yang diproduksi sendiri, tetapi mereka sengaja mempersiapkan anak-anak sapi tersebut untuk dijual.

Hal ini berbeda dengan para pengusaha ternak sapi potong di Indonesia, di negara kita pada umumnya para peternak sapi potong masih banyak yang memproduksi anak sapi yang kemudian dipiara dan dibesarkan sampai siap untuk dijual. Walaupun di antara mereka juga masih banyak yang membeli sapi-sapi calon penggemukan (bakalan), namun calon-calon atau "bakalan" tadi bukanlah berasal dari pengusaha yang secara khusus mempersiapkan calon-calon sapi penggemukan. Memang di beberapa daerah di Indonesia telah ada peternak yang sengaja mempersiapkan calon-calon sapi penggemukan mirip dengan usaha feeder cattle. Praktik-praktik semacam ini bisa dijumpai di Madura. Di Madura sapi-sapi yang telah berumur I tahun dipersiapkan untuk dipasarkan di Jawa Timur.

Karena masyarakat peternak sapi di negara kita di samping berusaha membesarkan dan menggemukkan juga memproduksi calon-calon penggemukan, maka setiap peternak harus tahu pula cara-cara pengembangbiakan yang benar. Yang dimaksud dengan pengembangbiakan ialah mengusahakan ternak agar bisa diperoleh suatu keturunan yang lebih banyak. Pengembangbiakan yang dilakukan oleh para peternak yang sudah maju bukan sekedar memperbanyak sapi-sapi dari jumlah kecil menjadi berlipat ganda, tetapi dalam rangka pengembangbiakan ini sekaligus memuliakan ternak. Oleh sebab itu para peternak harus bisa memilih bibit-bibit sapi potong, baik calon pejantan ataupun induk yang benar-benar memenuhi persyaratan. Sehubungan dengan pengembangbiakan ini akan dijelaskan tentang: 1 ) saat dewasa kelamin dan dewasa tubuh; 2) saat perkawinan pertama; 3) tanda-tanda birahi; 4) perkawinan yang tepat pada saat birahi; 5 ) kebuntingan dan perkawinan kembali.


DEWASA KELAMIN DAN DEWASA TUBUH PADA SAPI TERNAK
Yang dimaksud dengan dewasa kelamin ialah periode kehidupan sapi jantan atau betina di mana proses reproduksi mulai berfungsi. Seperti halnya hewan ternak lainnya, kedewasaan kelamin sapi pun dicapai sebelum kedewasaan tubuh. Oleh karena itu pada saat pertama kali sapi itu menunjukkan gejala birahi, berarti sapi yang bersangkutan mulai dewasa kelamin.

Pada setiap jenis sapi akan mengalami kedewasaan kelamin pertama yang berbeda-beda. Hal ini tergantung pada berbagai faktor, seperti mutu makanan, iklim setempat, keturunan dan tatalaksana. Namun pada umumnya sapi-sapi tropis akan mencapai kedewasaan kelamin pada umur 1,5 - 2 tahun, seperti yang dialami oleh sapi-sapi Indonesia (Bos Sondaicus) dan sapi-sapi Zebu (Bos lndicus). Sedangkan sapi-sapi potong yang berasal dari daerah subtropis akan mencapai kedewasaan kelamin lebih awal daripada sapi-sapi tropis. Bangsa-bangsa sapi subtropis akan mencapai kedewasaan kelamin pada umur 8 —12 bulan. Sedangkan kedewasaan tubuh baru dicapai pada umur 15 — 20 bulan, dan untuk sapi tropis kedewasaan tubuh pada umur 2 — 2,5 tahun.

PERKAWINAN PERTAMA PADA SAPI TERNAK
Antara kedewasaan kelamin dan kedewasaan tubuh tidak akan berangsung secara bersamaan, sebelum kedewasaan tubuh tercapai selalu didahului dengan kedewasaan kelamin terlebih dahulu. Oleh karena itu pada saat mengalami birahi yang pertama sapi belum bisa dikawinkan. tetapi harus menunggu sampai mencapai kedewasaan tubuh.

Sebagai pedoman untuk sapi dari daerah subtropis bisa dikawinkan yang pertama kali pada umur 1,5 — 2 tahun, dan sapi-sapi Indonesia pada umur 2 — 2,5 tahun. Sebab pada saat itu kedewasaan tubuh sudah tercapai, sehingga pada waktu terjadi kebuntingan tidak akan mengganggu induk yang bersangkutan. Sebab apabila sapi dikawinkan terlalu awal akan merugikan induk ataupun anak yang dilahirkan.

Berikut ini merupakan kelemahan dari perkawinan sapi yang terlalu awal:

    Induk tak akan bisa mengalami pertumbuhan tubuh yang sempurna, sebab kebutuhan zat-zat yang semestinya diperlukan untuk pertumbuhan tubuh juga diperlukan untuk pertumbuhan anak dalam kandungan.
    Induk sering mengalami kesulitan untuk melahirkan karena tulang pinggul belum berkembang sempurna atau masih sempit.
    Anak yang dilahirkan sering kurang sehat. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan induk yang kurang sempurna sehingga mempengaruhi produksi air susunya. Produksi susu relatif sedikit, sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup anak yang dilahirkan sampai dengan disapih tidak mencukupi.

Akan tetapi menunda perkawinan terlampau lama pun tidak baik, sebab ada kemungkinan terjadinya penimbunan lemak di sekeliling ovarium dan oviduct sehingga mengganggu proses pembentukan telur dan ovulasi. Di samping itu, ditinjau dari segi ekonomis, penundaan perkawinan terlalu lama juga sangat merugikan. Oleh karena itu, para peternak sapi harus mengetahui batas-batas umur sapi yang paling baik untuk dikawinkan.

a. Batas-batas Umur Sapi Ternak Untuk Dikawinkan
Sapi ternak dari daerah subtropis mulai dewasa kelamin pada umur 8-18 bulan dan mencapai dewasa tubuh pada umur 15 — 20 bulan. Sedangkan untuk jenis-jenis sapi ternak dari daerah tropis mulai dewasa kelamin pada umur 1 — 2 tahun dan mencapai dewasa tubuh pada umur 2 — 2,5 tahun. Berdasarkan kedewasaan kelamin dan kedewasaan tubuh inilah maka sapi ternak dapat dikawinkan secara tepat, yakni:

    Untuk sapi ternak dari daerah subtropis perkawinan pertama kali yang paling baik adalah pada umur 1,5 — 2 tahun.
    Untuk sapi ternak dari daerah tropis perkawinan pertama kali yang paling baik adalah pada umur 2 — 2,5 tahun.
    Perkawinan yang paling baik untuk dijadikan calon bibit adalah pada umur 6 — 9 tahun, dan Batas tertinggi perkawinan untuk calon bibit adalah pada umur 12 tahun.

Namun, sampai saat ini masih banyak para pelaku usaha ternak sapi yang menjual atau membeli sapi tanpa data umur yang jelas (otentik), sebab banyak peternak yang tidak membuat catatan kapan sapi-sapi tersebut dilahirkan. Untuk mengetahui umur sapi, di samping melalui catatan kelahiran yang ada, dapat juga diketahui melalui gigi-giginya.

b. Mengetahui Umur Sapi Melalui Giginya
Umur sapi dapat diketahui dengan melihat keadaan gigi serinya. Gigi seri sapi hanya terdapat di rahang bawah. Semenjak lahir, gigi seri sapi sudah tumbuh. Dan pada umur tertentu gigi tersebut secara bertahap akan tanggal sepasang demi sepasang, berganti dengan gigi seri baru. Gigi seri yang pertama atau gigi yang sudah tumbuh semenjak sapi lahir ini disebut gigi susu, sedangkan gigi seri baru yang menggantikan gigi susu tadi disebut gigi tetap. Dengan demikian pertumbuhan gigi sapi bisa dibedakan menjadi 3 fase, yakni:

    Fase gigi susu, yaitu gigi yang tumbuh semenjak lahir sampai gigi itu berganti dengan gigi yang baru.
    Fase pergantian gigi, yaitu fase dari awal pergantian sampai selesai (rampas).
    Fase keausan, yaitu fase gigi tetap yang mengalami keausan.

Proses pergantian gigi sapi
Pada awalnya 2 buah gigi dalam (Gd) lepas, kemudian disusul 2 buah gigi tengah dalam (Gtd), gigi tengah luar (Gtl), yang terakhir adalah gigi luar (Gl). Lebih jelasnya perhatikanlah gambar berikut ini:

TANDA-TANDA BIRAHI PADA SAPI TERNAK
Sapi betina hanya bisa melayani atau menerima pejantan pada waktu-waktu tertentu. Sebab organ reproduksi betina bekerja secara teratur, sel telur diproduksi 3 minggu sekali karena pengaruh kerja hormoon. Akibat dari kerja hormoon itu, maka perilaku sapi yang bersangkutan akan berubah. Itulah yang disebut tanda-tanda birahi.

Sapi yang sedang birahi akan menunjukkan perilaku atau tanda-tanda sebagai berikut:

    Sapi menjadi lebih peka atau mudah terangsang.
    Sapi dalam keadaan gelisah, dan apabila sapi tersebut diikat selalu berusaha melepaskan diri.
    Di dalam keadaan lepas, sapi berusaha mencari kontak atau mendekati pejantan.
    Mencoba menaiki sesama kawan yang berdekatan.
    Jika betina tadi dinaiki kawannya akan berdiam diri, atau membiarkan dinaiki teman.
    Sering melenguh-lenguh, ekor agak terangkat ke atas.
    Vulva nampak merah, membengkak dan hangat (apabila diraba). Atau di dalam Bahasa Jawa populer disebut dengan istilah 3A (Abang, Abuh, Anget).
    Dari vulva sering keluar lendir.

Periode birahi pertama sampai dengan birahi berikutnya disebut siklus birahi. Siklus birahi sapi berlangsung secara teratur pada setiap 3 minggu sekali. Meskipun sedang birahi, sapi tersebut kadang-kadang sama sekali tidak menunjukkan adanya tanda-tanda birahi. Hal ini mempersulit pengamatan para peternak. Peristiwa semacam ini disebut birahi tenang (silent heat).

Di muka telah dijelaskan bahwa kerja alat reproduksi sapi betina berjalan secara teratur, karena ada hormon yang mengatur. Kerja hormon ini akan berhenti pada saat sapi sedang bunting. Itulah sebabnya sapi betina tidak bisa dikawinkan pada setiap saat, tetapi harus menunggu sampai sapi itu birahi. Hal ini berbeda dengan sapi jantan. Sperma sapi jantan yang sudah dewasa kelamin bisa diproduksi terus-menerus sepanjang waktu sehingga pejantan selalu siap untuk dipakai atau untuk memacek pada setiap saat.

PERKAWINAN YANG TEPAT PADA WAKTU BIRAHI PADA SAPI TERNAK
Perkawinan yang tepat pada waktu birahi adalah pada pertengahan birahi, yakni 9 jam sesudah gejala-gejala birahi itu nampak sampai dengan 6 jam sesudah birahi itu berakhir. Atau lebih praktisnya bisa dilakukan sebagai berikut:

    Jika birahi nampak pada pagi hari, maka sore hari dikawinkan.
    Jika birahi nampak pada sore hari, maka pagi hari berikutnya dikawinkan.

Pedoman tersebut di atas cukup beralasan, sebab pembuahan akan terjadi pada tingkat kesuburan yang optimum, yakni 9 jam sesudah gejala birahi nampak sampai dengan 6 jam sesudah birahi berakhir.

Sel telur tak akan bisa dibuahi bila perkawinan terlambat, misalnya 10 —12 jam sesudah birahi selesai. Hal ini ada kaitan yang erat dengan proses terjadinya ovulasi (terlepasnya sel telur) dan hidup sperma yang masuk ke dalam alat reproduksi betina. Hidup sperma di dalam alat reproduksi berlangsung 24 — 30 jam. Dalam hal ini perlu diingat bahwa sapi mengalami birahi rata-rata berlangsung 18 jam, sedangkan ovulasi terjadi 10 — 12 jam sesudah birahi berakhir.

Sapi ternak induk sehabis melahirkan bisa dikawinkan kembali sesudah 60 — 90 hari. Walaupun kurang lebih 6 minggu sesudah beranak sapi tersebut sudah mulai birahi kembali, namun perlu menunggu saat yang baik. Saat yang baik ialah apabila alat reproduksi yang robek akibat melahirkan sudah sembuh. Dua sampai tiga bulan sesudah melahirkan alat reproduksi biasanya sudah sembuh kembali.

KEBUNTINGAN DAN PERKAWINAN KEMBALI SESUDAH SAPI TERNAK MELAHIRKAN
Sesudah terjadi pembuahan dan timbul kebuntingan, siklus birahi yang terjadi setiap 21 hari sekali akan terhenti sampai masa kebuntingan itu berakhir. Tanda-tanda awal suatu kebuntingan pada sapi tidak jelas, sulit diamati ataupun diraba. Akan tetapi adanya perubahan tingkah laku yang mencolok akan bisa memberi gambaran bahwa sapi yang bersangkutan sedang bunting.

Tanda-tanda kebuntingan pada sapi ternak:

    Birahi berikutnya tidak niuncul lagi.
    Adanya perubahan tingkah laku, seperti:
        Menjadi lebih tenang, tak suka mendekat pejantan.
        Nafsu makan meningkat.
        Sering menjilat-jilat batu bata, tembok, genteng dan lain sebagai nya.
    Pada pertengahan kebuntingan perut sebelah kanan nampak besar.

Lama kebuntingan sapi rata-rata berlangsung 9 bulan atau 281 hari. Lama kebuntingan sapi sangat bervariasi. Jika anak sapi tersebut jantan, biasanya sering kali lebih lama di dalam kandungan dibanding jika anak sapi betina. Untuk sapi yang baru pertama kali bunting, biasanya waktu bunting lebih singkat daripada sapi induk yang sudah berulang kali bunting. Selain itu, jika sapi bunting anak kembar, pada umumnya masa bunting lebih singkat.

PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN DALAM USAHA TERNAK SAPI
Pemeliharaan/perawatan sapi harus dilakukan sejak dini, yakni sejak sapi masih pedet (umur 0 — 9 bulan) sampai dewasa atau siap dijual. Pemeliharaan/perawatan yang dilakukan sejak dini secara baik kecuali menunjang kesehatan sapi juga menunjang pertumbuhan dan mutu dagingnya.

PEMELIHARAAN ALAMIAH DAN BUATAN DALAM USAHA TERNAK SAPI
a. Pemeliharaan pedet secara alamiah pada usaha ternak sapi
Pemeliharaan alamiah dalam usaha ternak sapi adalah pemeliharaan dengan cara membiarkan pedet bersama-sama induknya, menyusu induk sekehendak pedet, tanpa ada pembatasan. Pedet bersama induk sampai dengan disapih, yakni pada saat pedet tersebut berumur 6 — 9 bulan. Pada saat itu induk dan pedet selalu bersama-sama, baik pada waktu di dalam kandang ataupun di lapangan penggembalaan. Dengan pemeliharaan alamiah ini biasanya pedet tumbuh Iebih kuat dan cepat daripada dengan cara lain. Kadang-kadang satu ekor induk bisa mengasuh 1 — 2 ekor pedet, termasuk pedet dari anaknya sendiri. Hal ini sangat tergantung produksi susunya, bisa mencukupi atau tidak.
b. Pemeliharaan buatan pada usaha ternak sapi
Pemeliharaan buatan dalam usaha ternak sapi adalah cara pemeliharaan yang dilakukan oleh peternak, termasuk pemberian susu whole yang jumlahnya terbatas sebagai susu pengganti. Susu bisa diberikan dengan suatu alat khusus yang disebut niple-feeders.
Jadwal pemberian susu/makanan tersebut adalah sebagai berikut:

    Pedet menerima kolustrum langsung dari induk selama 3 — 4 hari.
    Sesudah itu pedet diberi whole-milk selama 1 — 2 bulan, kemudian diganti susu skim, kurang lebih 3 minggu sebelum penyapihan.
    Umur 3 minggu sudah dilatih untuk diberi makanan penguat dan hijauan.
    Penyapihan yang terlalu dini kurang menguntungkan, terlebih-lebih di daerah tropis seperti Indonesia ini.

Salah satu sistem pemeliharaan yang baik dan berhasil adalah sangat tergantung dari penggunaan alat yang bersih dan ketelitian dalam penggunaan susu dalam jumlah dan suhu yang tepat. Pedet yang akan diberi susu lewat niple-feeders ataupun ember harus dilatih terlebih dulu agar pedet benar-benar menjadi terbiasa minum lewat alat tersebut.

Pedet yang dipelihara dengan cara ini, biasanya harus selalu tinggal di dalam kandang hingga berumur 6 bulan.

MENIMBANG PEDET/SAPI
Dalam usaha ternak sapi yang baik, pedet yang dipelihara harus ditimbang secara teratur agar bisa diketahui laju pertumbuhannya. Oleh karena itu penimbangan ini harus dilakukan setiap minggu sekali pada saat pedet belum disapih. Dan selanjutnya penimbangan dilakukan 1 bulan sekali sesudah pedet disapih. Frekuensi penimbangan bisa dikurangi sesudah pedet mencapai umur lebih dari 1 tahun, misalnya 3 bulan sekali.

MEMANDIKAN SAPI TERNAK
Dalam usaha ternak sapi, menjaga kebersihan sapi merupakan kegiatan yang sangat penting. Untuk menjaga kehersihan badan sapi, setiap hari sapi harus dimandikan. Jika kondisi memaksa, paling tidak satu minggu sekali sapi harus dimandikan. Sapi harus dimandikan, agar kulitnya bersih, tidak tertutup daki. Kulit sapi terdiri atas 3 lapisan, yakni lapisan teratas berupa lapisan mati. Dari kulit tadi keluarlah keringat. Sesudah keringat tadi menguap maka tinggallah bagian organik dan anorganik yang bercampur dengan sel-sel yang berasal dari lapisan mati, ditambah debu yang melekat, akhirnya menjadi daki.

Pengaruh daki terhadap sapi ternak

    Daki dapat menutup lubang keringat, sehingga keringat tidak bisa keluar, yang mengakibatkan kesehatan ternak sapi terganggu karena pengaturan panas di dalam tubuh kurang sempurna.
    Daki menjadi tempat yang digemari oleh berbagai macam bakteri dan parasit, sehingga menimbulkan perasaan. yang tidak enak bagi sapi yang bersangkutan, yakni gatal-gatal. Oleh karena itu sapi harus dimandikan dengan jalan menggosok-nggosok kulit dengan sikat atau bahan lain. Sesudah dimandikan janganlah menempatkan sapi tersebut di tempat yang banyak angin. Pemeliharaan kulit dengan jalan memandikan merupakan salah satu usaha untuk menjaga kesehatan sapi dari berbagai macam penyakit.

MENGHILANGKAN TANDUK SAPI TERNAK (DEHORNING)
Dehorning adalah cara untuk mematikan atau menghilangkan calon tanduk sebelum tumbuh memanjang. Dehorning ini dilakukan untuk menghindarkan bahaya penandukan terhadap para peternak maupun terhadap sesama sapi yang tinggal bersama-sama dalam satu kandang dan untuk menghemat tempat. Dehorning dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia, besi yang dipanaskan, ataupun dengan cara memotong tanduk dengan gergaji.

a. Dehorning dengan bahan kimia dalam usaha ternak sapi
Bahan kimia yang digunakan ialah caustic-soda baik dalam bentuk pasta ataupun batangan seperti lilin. Dehorning dengan bahan kimia hanya bisa dilakukan pada pedet yang berumur kurang dari 2 minggu, atau pada saat pedet berumur 3 — 10 hari.

Sebelum bahan kimia dioleskan, terlebih dulu bulu di sekeliling calon tanduk yang akan tumbuh dibersihkan atau digunting. Sesudah keadaan bulu itu bersih, tempat tersebut diolesi dengan vaselin agar bahan kimia (caustic-soda) tidak mengenai mata. Kemudian caustic-soda berbentuk pasta digosokkan pada dasar calon tanduk tumbuh, sampai muncul bintikbintik darah. Perlu diperhatikan bahwa dehorning dengan caustic-soda ini harus dilakukan dengan tangan terlindung (misalnya dengan sarung tangan karet), agar kulit tangan tidak terbakar.

b. Dehorning dengan besi yang dipanaskan dalam usaha ternak sapi
Alat ini dibuat dengan design khusus yang bisa dipanaskan dengan aliran listrik sehingga alat atau besi menjadi papas, tetapi tidak boleh menjadi terlampau panas ataupun kurang panas. Cara ini hanya bisa dilakukan pada pedet-pedet muda.

c. Dehorning dengan menggunakan gergaji
Cara ini sangat sederhana, akan tetapi pelaksanaannya harus dilakukan dengan hati-hati, supaya sapi tidak berontak dan stress. Cara ini hanya dilakukan pada sapi-sapi dewasa yang tanduknya sudah terlanjur tumbuh panjang. Oleh karena itu pada saat melakukan penggergajian tanduk, sebelumnya sapi harus diikat terlebih dahulu supaya lebih aman bagi petugasnya.

PENGEBIRIAN (KASTRASI) DALAM USAHA TERNAK SAPI
Kastrasi bertujuan untuk meningkatkan mutu karkas dan untuk lebih menjinakkan sapi. Umur sapi sangat menentukan cara pengebirian, pada pedet atau sapi yang umurnya lanjut pengebirian akan lebih banyak membawa risiko. Ada 3 cara kastrasi, yakni:

a. Kastrasi sapi ternak dengan karet gelang
Karet gelang ini pada waktu dimasukkan ke leher scrotum direntangkan dengan menggunakan alat yang disebut elastrator. Sesudah karet gelang tersebut masuk ke leher scrotum, maka scrotum dan saluran testes akan terikat kencang. Akibatnya semua saluran dan peredaran yang terjadi di bawah ikatan karet yang menggigit leher scrotum tadi terhenti. Dan setelah 10 hari sampai 3 minggu scrotum dan testis mengering dan akhirnya lepas dengan sendirinya.

Cara ini akan sangat bagus kalau dilakukan pada pedet yang berumur beberapa hari. Dan yang perlu diperhatikan di dalam hal ini ialah bahwa:

    Kedua testes harus bisa terikat rapat/kuat.
    Pengikatan dengan karet gelang tersebut tidak boleh terlalu tinggi. b. Kastrasi dengan pisau

b. Kastrasi sapi ternak dengan pisau
Cara ini bisa dilakukan pada pedet berumur kurang dari 1 minggu sampai umur 4 bulan. Akan tetapi yang paling baik apabila dilakukan pada pedet yang umurnya kurang dari 1 minggu. Sebab pedet yang umurnya kurang dari 1 minggu tidak akan menimbulkan kesulitan, sedangkan yang umurnya lebih dari 3 bulan harus menggunakan patirasa (anestesi).

Cara melakukan kastrasi sapi ternak dengan pisau adalah sebagai berikut:

Sebelum kastrasi, scrotum harus dibersihkan terlebih dahulu dengan air sabun ataupun desinfektan yang lain. Sesudah scrotum dalam keadaan bersih, kemudian dilakukan operasi pemotongan scrotum di bawah testis, selanjutnya kedua testis didorong keluar, dan kemudian kedua saluran penggantung testis dipotong. Sesudah pemotongan kedua testis selesai bekas operasi tadi harus segera diolesi obat merah untuk menjaga agar tidak terjadi infeksi.

Kastrasi dengan menggunakan alat pisau ini sangat sederhana dan cepat, serta mudah dilakukan.

c. Kastrasi sapi ternak dengan tang-Burdizzo
Pedet dalam berbagai umur bisa dikastrasi dengan menggunakan alat ini. Akan tetapi ukuran besar kecilnya burdizzo harus disesuaikan dengan pedet yang akan dikastrasi. Dan bagi pedet yang umurnya lebih dari 3 bulan harus menggunakan anaesthetic.

Kastrasi yang dilaksanakan dengan menggunakan alat ini akan menyebabkan aliran darah ke arah testis akan terputus, demikian pula saluran penggantung testis. Kastrasi dengan burdizzo ini tidak akan menimbulkan pendarahan, dan dalam waktu beberapa minggu testis akan mengerut kering.

Pelaksanaan kastrasi bisa dilakukan pada sapi dalam posisi berbaring ataupun berdiri. Pada pedet berumur 2 bulan ke atas biasanya dilakukan dengan posisi berbaring. Penggunaan burdizzo untuk menjepit atau memutus saluran penggantung testes dilakukan satu per satu secara bergantian, tidak boleh sekaligus secara bersama-sama.

PEMBERIAN KALING PADA USAHA TERNAK SAPI
Sapi-sapi pejantan yang dipersiapkan sebagai calon pemacek harus dikaling. Pengalingan dilakukan pada saat sapi belum mencapai umur 1 tahun. Dengan pengalingan ini dimaksudkan agar sapi mudah dikendalikan, diatur dan lain sebagainya.

PEMBERIAN TANDA PENGENAL PADA USAHA TERNAK SAPI
Para peternak sapi yang hanya memiliki beberapa ekor sapi saja kiranya tidak sulit mengenal sapi-sapinya satu per satu. Tetapi, para peternak yang memiliki sapi dalam jumlah yang banyak kiranya akan sulit mengenal sapi-sapinya satu per satu. Untuk mengatasi hal itu, setiap sapi perlu diberi tanda pengenal secara khusus.

Ada berbagai cara untuk memberi tanda pengenal pada ternak sapi, tetapi yang biasa dipergunakan adalah: ear notching, ear tattooing, ear tagging, sistem peneng, dan dengan cara membuat stempel pada tanduk atau badan.

a. Sistem kerat (ear notching)
Yakni memberi tanda pengenal dengan menggunakan silet atau pisau yang tajam untuk mengerat telinga.

Caranya adalah sebagai berikut:

Sebelum daun telinga dikerat terlebih dahulu bagian yang akan dikerat dibersihkan dengan spiritus atau alkohol. Setelah selesai pengeratan, bagian yang dikerat tersebut harus segera diberi obat merah.

b. Sistem anting (Ear tagging)
Sistem ini dilakukan dengan cara melubangi telinga agar bisa dimasuki atau ditempeli sejenis anting karet yang kuat dan bisa diberi nomor atau huruf tertentu. Huruf atau nomor yang ditempel itu biasanya menurut suatu ciri tertentu misalnya asal-usul induk/pejantan yang menurunkannya.

c. Sistem tattoo (Ear tattooing)
Sistem ini dilakukan dengan menggunakan alat khusus berupa paku-paku tajam yang berbentuk huruf atau nomor, yang di dalamnya bisa diatur atau dilepas dan kemudian dipasang kembali sesuai dengan yang di kehendaki. Caranya adalah sebagai berikut: Telinga sapi yang akan diberi tanda kita tusuk dengan alat tersebut, kemudian diberi warna (tinta).

d. Sistem peneng
Sistem ini banyak dipraktikkan oleh para peternak tradisional di desa-desa. Caranya sederhana, yakni sapi diberikan kalung dari rantai besi atau bahan lain, kemudian kalung rantai tersebut diberi peneng tertentu yang satu dengan lainnya berbeda-beda. Perbedaan-perbedaan tersebut bisa diberi tanda dengan huruf, nomor ataupun berbentuk tulisan.

e. Stempel pada tanduk atau badan
Sistem ini biasanya dilakukan dengan cara memberikan tulisan atau nomor pada tanduk, ataupun menggunakan besi berbentuk tulisan atau nomor tertentu yang dipanasi kemudian untuk menandai tubuh sapi pada pantat bagian atas.


MENJAGA KESEHATAN SAPI PADA USAHA TERNAK SAPI
Sapi yang digemukkan ataupun sapi kerja harus selalu dijaga kesehatannya agar jangan sampai terkena infeksi atau penyakit. Usaha menjaga kesehatan sapi tersebut dapat dilakukan dengan memperhatikan higiene sapi dan lingkungannya, ataupun dengan tindakan-tindakan pencegahan seperti deworning, de-ticking, vaksinasi, tatalaksana yang baik dan sebagainya.

    Deworning, yakni usaha mengeluarkan cacing dengan bahan kimia atau obat cacing. Biasanya pengobatan cacing ini dilakukan 4 bulan sekali secara rutin, dan menggunakan dosis yang tepat seperti petunjuk dart pabrik yang bersangkutan. Obat cacing yang dapat digunakan antara lain: Piperzine, Tirabenzole Phenothizine.
    De-ticking, yakni membebaskan kutu dari sapi ternak.
    Vaksinasi, yakni usaha untuk menghindarkan berbagai infeksi atau penyakit menular dengan membuat kekebalan terhadap sapi ternak yang dipelihara. Vaksinasi penting yang harus dilakukan antara lain: vaksinasi Anthrax, Brucellosis, Rinderpest, dan TBC.
    Usaha higiene, yakni tindakan pencegahan penyakit lewat kebersihan. Usaha higiene ini sangat erat kaitannya dengan tatalaksana perkandangan yang bersih, cukup air untuk membersihkan, drainase baik, ruangan cukup longgar, matahari dapat menyinari kandang, udara se-gar dengan mudah bisa masuk/keluar kandang dengan bebas, tetapi harus terhindar dart angin langsung.


KANDANG TERNAK SAPI

    Kandang harus terpisah dengan perumahan peternak.
    Kandang harus beratap dan berdinding rapat, supaya sapi tidak kena tiupan angin secara langsung.
    Kandang harus cukup mendapatkan cahaya.
    Ukuran luas kandang = 1,5 x 1,8 (2) m2/ekor.

TILAM (BEDDING) DALAM USAHA TERNAK SAPI
Tilam atau bedding adalah alas dasar lantai kandang yang berasal dari jerami ataupun sisa-sisa bahan makanan yang berasal dari hijauan. Dengan alas lantai (bedding) semacam ini, sapi bisa tidur dengan nyaman dan tenang, badan sapi tidak lekas kotor. Tilam yang sudah tidak dipakai dapat dijadikan pupuk untuk tanaman.

Fungsi tilam ialah:

    Menjaga kebersihan tubuh hewan, sebab dengan adanya tilam ini
    tubuh sapi tidak cepat menjadi kotor.
    Membuat sapi bisa tidur dengan nyaman dan tenang, sebab alas tersebut empuk.
    Menyerap air kencing, kotoran sapi.
    Memudahkan mengumpulkan kotoran dan pengangkutan ke luar kandang.
    Dapat menyimpan amonia yang sangat berguna bagi proses pembentukan pupuk.

Cara membuat bedding:
Jerami atau sisa-sisa makanan hijauan ditebarkan di atas lantai kandang. Dan setiap hari ditebari jerami lagi di atas tebaran yang sudah ada sehingga setiap hari tetap dalam keadaan bersih dan semakin lama semakin bertambah tebal. Penebaran jerami ini bisa dilakukan juga pada setiap 2 hari sekali. Demikian seterusnya jerami dan kotoran bercampur dengan sisa makanan yang terinjak-injak dan tertimbun menjadi satu. Tilam yang sudah tertimbun tebal bisa dibongkar setiap 1 minggu sekali.


CARA MEMBUAT BIO ETANOL

sebenarnya membuat bahan bakar dari beras ini tidak disarankan karena bila ini dikemabangkan lebih jauh maka di masa depan tak terbayangkan melambungnya harga beras karena bangsa indonesia menjadikan nasi sebagai makanan pokok
Naiknya harga BBM seperti yang sedang terjadi saat ini tentunya semakin membuat rakyat kecil semakin berat dalam menghadapi dinamika hidup sehari-hari. Untunglah sudah banyak penelitian yang dilakukan oleh para ahli terhadap bahan bakar lain sebagai bahan bakar alternatif. Hingga saat ini yang sedang menjadi perhatian serius adalah mengenai pemanfaatan sumber nabati sebagai bahan bakar. karena bahan bakar nabati mempunyai banyak kelebihan, selain ramah lingkungan, juga merupakan sumber bahan bakar yang bisa diperbarui karena sumber bahan bakar tersebut bisa ditanam dan dikembangkan.

Penelitian yang banyak dilakukan saat ini difokuskan pada pemanfaatan bioetanol sebagai sumber bahan bakar. Dimana dalam pembuatan bioetanol ini memanfaatkan bahan baku yang mudah didapat dan diproduksi, seperti beras, jagung, ubi, serta jarak.

MEMBUAT BAHAN BAKAR BENSIN ATAU BIOETANOL DARI BERAS
Di beberapa negara di belahan dunia seperti Brazil, Perancis, Jerman, Swedia, Amerika Serikat, India, dan beberapa negara lainnya sudah sejak permulaan abad ke-20 memanfaatkan etanol sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Seperti perusahaan mobil kelas dunia yang melahirkan mobil ford, yakni henry ford telah melihat fungsi etanol sebagai bahan bakar masa depan. Tetapi karena harga BBM jenis petroleum lebih murah, para produsen kendaraan kemudian merancang kendaraannya dengan bahan bakar tersebut, sehingga kehadiran petroleum jauh lebih dominan.

Namun kini, Setelah masyarakat dunia menyadari dan merasakan betapa dahsyatnya dampak negatif yang ditimbulkan BBM terhadap kelestarian alam, kesehatan manusia, serta kelangsungan hidup manusia di bumi ini, barulah mereka berupaya mencari alternatif pengganti BBM yang ramah lingkungan, tidak memiliki dampak negatif, atau setidaknya dampak negatif yang ditimbulkan tidak begitu besar.

Berdasarkan hal-hal tersebutlah, akhirnya etanol kembali menjadi bahan pertimbangan masyarakat dunia, bahkan diagung-agungkan terutama oleh para pengguna mesin otomotif. Tidak cukup disitu, pemakaiannya pun sudah meluas seperti di Brazil, Cile, bahkan Amerika Serikat sekalipun. Di negeri Samba, sekitar pertengahn tahun 1980 seluruh kendaraan bermotor sudah menggunakan etanol sebagai sumber bahan bakarnya, minimal mengandung etanol 20%. Lebih dari 90% mobil baru yang digunakan di Brazil, mesinnya dirancang untuk menggunakan bahan bakar etanol murni.

Etanol yang juga akrab dinamakan dengan nama alkohol sebetulnya sudah tidak asing lagi di telinga kita, bangsa Indonesia. Di negeri ini, sebetulnya alkohol sudah banyak diproduksi untuk kebutuhan sehari-hari, baik dalam bentuk makanan maupun minuman. Bahkan msyarakat dunia sudah memproduksi ribuan tahun yang lalu meskipun mereka tidak sadar telah mempoduksi etanol yang sebetulnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Padahal cara pembuatannya sangatlah sederhana, seperti misalnya pada makanan, hanya dengan menambahkan ragi saja sebenarnya kita sudah bisa memproduksi etanol karena pada dasarnya prinsip pembuatannya pun sama, apalagi jika bahan yang dipakai dapat menghasilkan etanol dalam kadar yang tinggi.

masarakat Eropa  telah memproduksi etanol dengan memanfaatkan berbagai bahan baku seperti buah anggur dan gandum. Melalui serangkaian proses fermentasi, buah anggur diolah dan berubah menjadi khamer atau minuman keras atau arak yang tentunya kebiasaan (adat) dan hukum yang berlaku di sana memperbolehkannya. Tidak hanya itu, gandum juga diolah menjadi bir. Bagi masyarakat Amerika, Eropa, atau Jepang, mereka telah memproduksi etanol yang diperuntukkan bagi minuman keras seperti bir, sake, vodka, dan lain-lain. Berbeda dengan di Indonesia, pembuatan etanol telah diproduksi untuk makanan berupa tape baik tape ketan maupun tape singkong.

Dengan semakin berkembangnya jaman, menuntut perkembangan teknologi menjadi semakin pesat pula, akhirnya telah ditemukan bahwa hasil konversi etanol tidak hanya berasal dari tanaman pangan saja, melainkan juga bisa bersumber dari bagian lain dari tanaman. Bahkan, dari etanol pun kembali dikonversi menjadi produk lain.

Betapa pentingnya produk etanol ini sehingga sejak abad ke-20 hingga saat ini abad ke-21, bahan bakar kendaraan bermotor yang memanfaatkan etanol telah mencapai 2/3 produksi dunia. Artinya etanol telah diposisikan sebagai bahan bakar terbesar di belahan dunia. Di Brazil saja pemakaian etanol untuk bahan bakar kendaraan bermotornya sudah menyentuh angka 40-45% dan di Amerika Serikat sendiri tidak kurang dari 1,2% pasaran bensin bersumber dari etanol. Artinya, pasaran bahan bakar kendaraan bermotor di Amerika Serikat berjumlah sekitar 570 juta ton. Yakni, dengan pasaran etanol pada posisi 2.000 juta ton (atau 80 kali produksi dunia sekarang).

Besarnya penggunaan etanol menjadi bahan bakar tidak lepas dari tumbuhnya kesadaran manusia terhadap dampak lingkungan. Bayangkan saja, BBM telah distempel sebagai sumber utama polusi dunia, sementara etanol (bioetanol) terbukti merupakan bahan bakar terbarui yang ramah lingkungan. Tidak hanya itu, biaya pembuatannya pun relatif lebih sederhana dan lebih murah, serta tidak harus berburu sampai ke lepas pantai untuk mendapatkan sumber minyaknya.

Di samping itu, kehadiran etanol mampu mengurangi beban impor BBM. Khusus untuk Indonesia, selain bisa mengatasi krisis bahan bakar rumah tangga seperti minyak tanah dan gas, juga bisa mendongkrak peningkatan jumlah tenaga kerja yang sangat luar biasa, dan sangat cocok dikembangkan di kawasan perkebunan tanaman pangan.

PROSES-PROSES SELAMA BERLANGSUNGNYA PEMBUATAN ETANOL

    Proses Gelatinasi
    Proses gelatinasi merupakan proses penting dalam pembuatan etanol, pada proses ini terjadi perubahan bahan baku menjadi bubur, kemudian dilakukan proses pemanasan pada suhu 100°C yang diakhiri dengan proses pendinginan.
    Tujuan dari proses gelatinasi ini mengubah karbohidrat menjadi gula sederhana.
    Proses Fermentasi
    Proses fermentasi merupakan proses perombakan yang dilakukan oleh jasad renik sebagai dekomposer (pengurai). Dekomposer pada proses pebuatan etanol dari beras ini dilakukan oleh ragi dari jenis Sacaromyses C. Dalam hal ini, proses fermentasi yang berlangsung adalah proses perubahan gula oleh ragi Sacaromyses C. Sacaromyces C ini melepaskan ikatan kimia rantai karbon dari gula dan fruktosa satu per satu, kemudian secara kimiawi kembali dirangkai menjadi molekul etanol, gas karbondioksida, serta menghasilkan panas.
    Ketika proses ini berlangsung, ragi mengeluarkan enzim yang sangat kompleks, bahkan mampu merombak monosakarida menjadi etanol dan karbon dioksida. Ragi terus bekerja sepanjang waktu tanpa diperintah.
    Selama proses fermentasi, ragi yang jumlahnya miliaran ini melakukan pekerjaan secara teratur dan rapi, setelah melalui proses pelepasan karbon dan mengikatan kembali menjadi etanol, proses ini mengeluarkan panas (kenaikan suhu), dimana suhu yang ditimbulkan selama proses fermentasi justru bisa mematikan ragi. Selain itu, ragi juga bisa mati ketika alkohol yang dihasilkan sudah cukup banyak. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses fermentasi, yakni:
        Kandungan monosakarida
        Derajat keasaman, ideal antara 4,8 s/d 5
        Temperatur mash tidak lebih dari 30°C (ragi menjadi tidak aktif pada temperatur di atas 30°C atau 32°C dan pada kadar alkohol 12%
        Fermentasi berlangsung selama 1-2 hari
    Proses Destilasi
    Proses destilasi merupakan proses penyulingan untuk memisahkan antara alkohol dengan air dan bahan padat lainnya.

Hal-Hal Yang Perlu Perlu Diperhatikan Saat Membuat Bahan Bakar Bensin Atau Bioetanol

    Menyiapkan Ragi
        Sediakan ragi sebanyak 0,5 kg untuk tiap 1.000 liter mash dengan kandungan total gula yang ada pada mash berkisar antara 20-22%.
        Sebelumnya, ragi dibiakkan di dalam tangki berisi 10 liter mash selama kurang lebih 1 jam pada suhu maksimal 30°C.
    Kebersihan Peralatan
    Kebersihan peralatan sangat perlu diperhatikan, mengingat hasil etanol yang diproduksi dapat terkontaminasi oleh mikroorganisme lain yang tidak diharapkan serta mempengaruhi jumlah etanol yang dihasilkan. Bakteri Azotobacter di udara bebas atau yang tertinggal pada peralatan kotor akan menghasilkan vinegar, selain itu family Lactobacillus juga akan mengubah etanol menjadi asam laktat sehingga mempengaruhi jumlah etanol yang dihasilkan.

Proses Pembuatan Bahan Bakar Bensin Atau Bioetanol Dari Beras
Beras yang merupakan salah satu bahan pangan di Indonesia mengandung senyawa karkohidrat yang kompleks, dimana tanaman padi ini termasuk salah satu sumber pati. Untuk bisa menghasilkan etanol, sebelum melakukan proses fermentasi pati yang terkandung dalam beras ini perlu disederhakan terlebih dahulu menjadi glukosa melalui sebuah proses penguraian yang dilakukan oleh cendawan atau jamur. Pada proses penguraian pati menjadi glukosa tersebut dibutuhkan aktivitas cendawan Aspergillus sp. yang terdapat pada ragi. Cendawan Aspergillus sp. merupakan salah satu jenis jamur pengurai makanan. Selama proses penguraian berlangsung, cendawan Aspergillus sp. menghasilkan enzim alfaamilase dan glikoamilase. Enzim alfaamilase dan glikoamilase inilah yang berperan penting dalam proses penguraian karbohidrat (maltosa atau sukrosa) menjadi gula sederhana (glukosa dan fruktosa). Setelah pati diubah menjadi glukosa, barulah fermentasi bisa dilakukan sehingga menghasilkan etanol.
Secara sederhana dapat diuraikan bahwa pembentukan etanol terjadi karena enzim-enzim dalam ragi mengubah karbohidrat (maltosa atau sukrosa) menjadi lebih sederhana (glukosa dan fruktosa). Kemudian mengubah karbohidrat sederhana tersebut menjadi etanol dan karbondioksida.

CARA MEMBUAT BAHAN BAKAR BENSIN ATAU BIOETANOL DARI BERAS
Cara Membuat Bahan Bakar Bensin atau Bioetanol Dari Beras 1

    Beras 25 kilogram. Semua jenis beras dapat dijadikan sebagai bahan bakunya.
    Cuci beras sampai bersih.
    Masukkan beras ke dalam tangki/dandang besar berkapasitas 120 liter, lalu tambahkan air hingga mencapai volume 100 liter.
    Panaskan beras hingga suhu 100°C atau sampai mendidih sambil terus diaduk, hingga hancur menjadi bubur. Tambahkan air jika kurang, masak beras sampai benar-benar menjadi bubur.
    Masukkan bubur ke dalam tangki/dandang, lalu dinginkan. Setelah dingin taburkan cendawan Aspergilus sp. atau ragi ke dalam bubur. (Untuk kebutuhan menguraikan 100 liter bubur pati beras diperlukan sedikitnya 10-12 liter larutan cendawan Aspergillus atau 10% dari total bubur).

    Perlu diketahui bahwa tingkat konsentrasi cendawan mencapai 100 juta sel/ ml. Sebelum cendawan digunakan, sebaiknya dibenamkan terlebih dahulu ke dalam bubur yang telah dimasak, tujuannya agar adaptif dengan sifat kimia bubur. Pada tahap ini, cendawan akan berkembang biak dan bekerja mengurai pati.
    Setelah 2 jam, bubur akan berubah menjadi 2 lapisan, yaitu lapisan air dan endapan gula.
    Pastikan bahwa bubur sudah mengalami perubahan, kemudian aduk-aduk pati yang sudah berubah menjadi gula tersebut.
    Setelah itu masukkanke dalam tangki fermentasi. (Sebelum difermentasi, larutan pati mengandung kadar gula 17-18%. Kondisi ini sangat cocok untuk hidup dan berkembangnya bakteri Saccaromyces, dimana bakteri Saccaromyces akan bekerja menguraikan gula menjadi alkohol.
    Perlu diperhatikan: Jika kadar gulanya terlalu tinggi, perlu ditambahkan air. Sebaliknya, jika kadar gulanya terlalu rendah, perlu ditambahkan gula.
    Tutup tangki rapat-rapat agar tidak terjadi kontaminasi dengan mokroorganisme lain yang tidak diharapkan, disamping itu juga untuk menjaga bakteri Saccaromyces agar bekerja lebih baik. karena, proses fermentasi berlangsung secara anaerob yaitu tidak memerlukan oksigen pada suhu 28-32°C.
    Diamkan selama 3-4 hari. Setelah 3-4 hari, akan terjadi perubahan pada larutan pati tadi dengan membentuk 3 lapisan, yitu endapan protein pada lapisan terbawah, lapisan air pada bagian tengah, dan lapisan etanolnya di bagian teratas. Hasil fermentasi ini disebut juga bir (sake), karena telah mengandung etanol (alkohol) sebanyak 6-12%.
    Pisahkan etanol dengan cara penyedotan menggunakan selang plastik. Gunakan kertas/kain penyaring berukuran 1 mikron untuk menyaring endapan protein.
    Setelah seluruh etanol dipisahkan, proses selanjutnya dilakukan destilasi atau penyulingan, yaitu dengan menggunakan tangki/dandang yang sudah dipasangi pipa, dimana pipa itu dialirkan ke tangki/dandang lainnya dalam keadaan selalu basah atau terendam dalam air. Panaskan pada suhu 78°C atau sampai etanol mendidih. Tujuan dari penyulingan ini adalah untuk memisahkan etanol dari air sehingga akan terjadi penguapan pada etanol, dan mengalirkannya melalui pipa yang terendam air sehingga terkondensasi dan kembali menjadi etanol cair.
    Hasil penyulingan ini menghasilkan etanol dengan kadar 95%, Etanol berkadar 95% ini belum larut dalam bensin, tetapi sudah dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah. Agar bisa larut dalam bensih, perlu dilakukan penyulingan kedua untuk meningkatkan kadar etanolnya hingga mencapai 99%.
    Larutan etanol yang dibutuhkan berkadar 99% (etanol kering), memerlukan destilasi absorbent, yaitu dengan cara memanaskan etanol 95% hingga suhu 100°C, agar etanol dan air menguap. Uap tersebut masuk melalui pipa yang dindingnya sudah dilapisi zeolit atau pati. Zeolit tersebut berfungsi untuk menyerap kadar air tersisa hingga diperoleh etanol berkadar 99%.

Etanol berkadar 99% ini sudah cukup larut dalam bensin sehingga sudah bisa digunakan sebagai campuran bensin untuk kendaraan bermotor.

Cara Membuat Bahan Bakar Bensin atau Bioetanol Dari Beras 2

    Pencucian
    Cuci sampai bersih beras yang akan dijadikan etanol, kemudian dilakukan pemasakan hingga beras berubah menjadi bubur. Selanjutnya dipanaskan dengan malat. Malat adalah beras berkecambah yang mengandung enzim pengurai pati menjadi karbohidrat yang lebih sederhana, yang disebut maltosa.
    Maltosa memiliki rumus molekul yang sama seperti sukrosa tetapi mengandung dua unit glukosa yang saling mengikat, sedangkan sukrosa mengandung satu unit glukosa dan satu unit fruktosa.
    Setelah itu masukkan ragi ke dalam bubur, biarkan hangat pada suhu sekitar 35°C selama beberapa hari sampai proses fermentasi berlangsung sempurna. Tutup sampai rapat dan jangan biarkan udara masuk ke dalam campuran, tujuannya untuk mencegah terjadinya oksidasi etanol menjadi asam ethanoat (asam cuka).
    Tunggu sampai kira-kira 4-5 hari, maka akan dihasilkan dengan kadar etanol berkisar 90%, kadar etanol 90% ini sering juga disebut dengan minyak tanah BE.40.
    Pada etanol berkadar 90% ini masih mengandung Pb sehingga perlu ditingkatkan lagi menjadi etanol berkadar 95% dengan cara menambahkan batu kapur (gamping). Karena kadar etanol 90% ini belum cukup berfungsi sebagaimana layaknya minyak tanah.


Sabtu, 20 Juli 2013

OBAT ORGANIK UNTUK KOLAM IKAN


membuat obat herbal untuk budidaya Ikan air tawar, dengan bahan empon-empon, gula merah, cuka, setelah siap semua bahan-bahannya,barulah meracik. haluskan semua empon-empon dengan blender jadilah cairan herbal beserta ampasnya yang berwarna kekuningan.

Setelah selesai memblender, buat molase dulu dari gula merah. Lalu campur semua bahan menjadi satu kedalam drigen 5 liter. ernyata baunya menyengat,.

Ramuan herbal ini diamkan selama 21 hari.

Pembuatan Starter Bakteri Pelepah Pisang

BAHAN:
1. Pelepah pisang busuk bagian pinggir sepanjang 40 cm (harus yang benar-benar busuk karena berarti ada bakterinya)
2. Gula merah atau tetes murni ¼ kg
3. Air leri (pususan beras) kental 4-5 liter
CARA PEMBUATAN:
1). Pelepah dicacah sampai lembut
2). Gula dilarutkan dalam air leri
3). Pelepah dimasukkan dalam larutan gula dan air leri, diremas-remas, diperas (supaya bakterinya terlepas) dan diaduk
4). Setelah semuanya tercampur, larutan disaring dan dimasukkan dalam jerigen plastik
5). Setelah 3 hari dilihat, bila berbusa maka busa harus dibuang
6). Dibiarkan selama 5-7 hari
7). Tanda-tanda jadi bau seperti tape
8). Untuk memelihara bakteri tetap hidup maka larutan diberi gula dan dedak

Promix merupakan hasil fermentasi sempurna dari jamu-jamuan jawa yaitu :

Ø Kunyit (Curcuma Domestica)
Ø Jahe (Zingiber Officinale)
Ø Kencur (Koempferia Gelanga L)
Ø Temulawak (Curcuma Xanthoryza) , dll

Ramuan rempah-rempah dari jamu-jamuan jawa tersebut sangat berguna untuk meningkatkan nafsu makan, meningkatkan stamina dan mempercepat penggemukan, sehingga ternak makin sehat dan makin tahan terhadap serangan penyakit.
MEMBUAT EM4 MURAH

Banyak sekali resep yang beredar untuk membuat dan mengembangkan EM4 secara home industry, cara ini murah dan sangat berguna sekali. Penulis membuat resep tambahan sehingga hasilnya bisa lebih maksimal. Berikut bahan-bahan yang digunakan :

1. Bahan dan alat
- Susu sapi murni dua liter
- EM4 1 liter
- Tetes tebu atau Gula merah 1 kg
- Bekatul 1 kg
- Nanas 1 buah
- Terasi ½ kg
- Air cucian beras 10 liter
- Panci
- Parutan atau blender
- Kompor

2. Cara Membuat
- Haluskan bahan kasar dengan mengunakan blender/parutan. Campurkan dengan bahan lainnya di dalam panci. Masak sampai mendidih, lalu dinginkan.
- Tambahkan susu sapi murni dan EM4, aduk hingga tercampur rata.
- Tutup panci rapat-rapat hingga 12 jam atau satu hari.

- Simpan campuran yang sudah dingin didalam tong plastik dan ditutup rapat, karena proses terbaik yaitu secara anaerob.

- Kocok atau aduk larutan tiap 3 hari dan buka penutupnya sedikit agar gas hasil fermentasi bisa keluar.

- Setelah 10 hari larutan siap digunakan


RESEP PUPUK ORGANIK SUPERRESEP PUPUK ORGANIK SUPER

Beberapa tahun terakhir, banyak bermunculan berbagai merk baru pupuk organik. Mulai dari harga yang cuma Rp.10 ribuan per liter sampai dengan yang harganya ratusan ribu per liter. Adanya kampanye Go Organik yang dicanangkan pemerintah dan mulai sadarnya pemerintah akan perlunya ke-arif-an alam untuk mengolah sumber daya yang makin lama makin hancur tergerus oleh racun kimia yang pada waktu sebelumnya di dukung oleh pemerintah sendiri.

Ketersedian dan kemampuan alam untuk menyeimbangkan kehidupan mulai rusak oleh bombardir Racun kimia pertanian. Namun apabila kita belajar sedikit dan mau untuk sedikit membuka hati dan pikiran, banyak kemudahan dan pemangkasan biaya produksi dalam proses pertanian.

Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman dari proses belajar selama ini. Bahwa alam juga menyediakan sumber yang sangat murah untuk memenuhi kebutuhan pupuk pertanian. Saya coba membuat daftar bahan-bahan organik yang super murahnya:

1. Air Kelapa

2. Tetes tebu

3. Buah-buahan busuk/terbuang

4. Air cucian beras

5. Air rendaman Sabut kelapa

6. Limbah ikan, udang atau sisa pengolahan hasil laut

7. Limbah/ampas pabrik rumput laut

8. Kencing sapi

9. Susu basi/kadaluarsa

10. Terasi

dan masih banyak lagi limbah yang memiliki kandungan bagus yang bisa sangat bernilai ekonomis apabila kita olah jadi pupuk organik. Dari pupuk organik yang harganya hanya puluhan ribu sampai ratusan ribu, bahan yang digunakan pasti salah satu dari daftar bahan diatas.

Jadi kenapa harus beli mahal, kalo bisa bikin sendiri dengan biaya super murah. Pembuatan pupuk organik secara umum melalaui proses fermentasi oleh bakteri. Proses fermentasi ini gunanya yaitu untuk memperbaiki struktur kandungan, menaikkan kadar N P K dan membunuh mikroba yang merugikan.

Proses sederhananya yaitu :

1. Hancurkan bahan-bahan organik ( buah, limbah ikan, ampas rumput laut, kencing sapi)

2. Campur dengan air kelapa + EM4 (bakteri) + Tetes tebu + air cucian beras

3. Aduk semua bahan dan masukkan kedalam tong plastik yang bisa di tutup rapat

4. Aduk larutan tiap 3 hari sekali dan buka sedikit penutupnya, karena proses akan menghasilkan gas.

5. Tutup lagi tong agar proses terjaga secara anaerob.

6. Setelah 7 hari, pupuk sudah siap digunakan

Ciri-ciri pupuk yang berhasil atau siap adalah dibagian atas akan mengasilkan busa berwarna putih dan biasanya akan banyak sekali belatung yang hidup. Ini pertanda pupuk sangat menyehatkan.

Tapi kalo proses gagal, warna busa biasanya kehitaman dan baunya sangat menyengat..

Nah..kalo sudah berhasil, bisa kita tambahkan bakteri penambat N P dan K. bakteri ini banyak dijual secara umum juga.

Ayo di coba rekan2 petani sekalian, semoga berhasil…

Seperti kita ketahui manfaat probiotik dalam pertanian dan peternakan, bahkan juga umtuk kesehatan manusia.
Dalam budidaya perikanan juga sangat memerlukan bantuan probiotik untuk pengkondisian aqua culture, kesehatan dan pertumbuhan ikan tersebut.

Inilah cara mudah membuat atau menggandakan Probiotik.
Formula untuk membuat Probiotik :
a) 1kg molase
b) 2kg gula pasir
c) 1 kaleng susu kental manis
d) 1/2 liter probiotik pabrikan / probiotik starter
e) 1 kotak fresh milk ( optional pengganti susu kental )
f) 30 liter air
g) pupuk urea, 2 sendok makan (optional untuk nitrobacter, tapi khusus ditebar)

dicampur di drigen diratakan, dikocok2. simpan jangan kena matahari trus ditutup. Dibiarkan selama 2 hari (48 jam) tiap 12 jam dibuka sebentar agar gas fermentasi keluar dan ditutup kembali.
Fungsi nitrobacter, mengurai kotoran ikan untuk mengurangi kandungan ammonia si dalam kolam ( sangat dibutuhkan jika pergantian air agak susah ).

cara pemakaian : setiap 10 cc probiotik buatan, di campur dengan 300cc air, ada dua opsi, di campur ke pakan ( bobot 1kg), atau di tebar di kolam.
Dosis 1 liter per 80M2 kolam setiap 1-2 bulan.

Cara membuat probiotik starter :
a) 50g molase
b) 100 cc fresh milk
c) 50g jus kedelai
d) 1 liter air

rebus adukan diatas selama 15-30 menit , terus di dinginkan, campur dengan biang bakteri yoghurt atau kefir atau dadih. di taro 2 ahri di dalam drum atau ember, pake alat oxygen pompa buat aquarium dan beres.

Jumat, 19 Juli 2013

MANFAAT KOPI

KANDUNGAN DAN MANFAAT KOPI
Manfaat Kopi Bagi Tubuh
Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi. Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab: qahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi. Kata qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda. Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini.

Secara umum, terdapat dua jenis biji kopi, yaitu kopi arabika (kualitas terbaik) dan kopi robusta. Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu. Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Indonesia telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya. Di samping rasa dan aromanya yang menarik, kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai penyakit jantung (kardiovaskuler).

Kafein adalah senyawa kimia alkaloid dikenal sebagai trimetilsantin dengan rumus molekul C8H10N4O2. Jumlah kandungan zat kafein yang terdapat pada kopi adalah antara 1 hingga 1,5%.

Manfaat Kopi Memacu Otak Berpikir Positif
Minum kopi ternyata bisa membantu kita melihat sisi baik kehidupan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat membantu orang mengenali kata-kata positif.

Peneliti dari Jerman mengungkapkan dengan mengkonsumsi kafein, setara dengan dua hingga tiga cangkir kopi, seseorang mampu melihat kata-kata positif lebih cepat dalam serangkaian percobaan. Psikolog juga menemukan tidak memiliki efek serupa ketika disodori kata-kata negatif.

Penelitian menunjukkan orang dapat mengenali kata-kata positif, gambar serta suara lebih cepat dibanding segala hal negatif. Para peneliti bereksperimen, ternyata kafein bermanfaat mengarah ke respon lebih cepat juga lebih sedikit membuat kesalahan dalam tugas-tugas mental sederhana.

Psikolog eksperimental, Lars Kuchinke beserta timnya dari Universitas Ruhr, Jerman meminta 66 relawan untuk memutuskan secepat mungkin apakah bentukan huruf yang ditampilkan pada komputer adalah kata-kata. Separuh relawan itu diberi tablet dengan kandungan 200 miligram kafein atau setara dengan dua hingga tiga cangkir kopi. Sementara sisanya diberi pil laktosa. Mereka diberikan tablet itu 30 menit sebelum pengujian.

Hasilnya, relawan yang mengonsumsi tablet dengan kandungan kafein tujuh persen lebih akurat dalam mengenali kata-kata positif daripada kata-kata lainnya. Kuchinke berpendapat, mungkin ini karena kafein berfungsi merangsang bagian otak yang terhubung oleh segala hal positif.

Manfaat Kopi Mencegah Timbulnya Penyakit Jantung atau Stroke
Kandungan dalam kopi dapat menghidarkan dari kita dari penyakit serangan jantung bahkan hingga stroke, Sebuah studi atas lebih dari 83.000 wanita berusia lebih dari 24 tahun menunjukkan mereka yang minum dua sampai tiga cangkir kopi sehari memiliki risiko terkena stroke 19% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi. Studi terhadap sejumlah pria di Finlandia menunjukkan hasil sama.

Manfaat Kopi Menghambat Penurunan Fungsi Kognitif
Studi atas 4.197 wanita serta 2.820 pria di Perancis menunjukkan bahwa meminum setidaknya tiga cangkir kopi sehari dapat menghambat penurunan fungsi kognitif otak akibat penuaan hingga 33 persen pada wanita. Namun, manfaat serupa tidak ditemukan pada pria. Hal ini mungkin karena wanita lebih peka terhadap kafein.

Manfaat Kopi Mencegah Penyakit Kanker & Diabetes
Dari hasil riset oleh peneliti di seluruh dunia didapatkan hasil bahwa penyakit kanker hati, kanker payudara serta kanker usus besar dapat dicegah dengan cara mengonsumsi kopi. Studi penelitian lain telah menemukan bahwa kopi dapat mengurangi tingkat gula darah pada pasien diabetes. Karena kandungan kopi dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh, selain itu manfaat kopi juga dapat mengurangi risiko penyakit serius seperti batu empedu, penyakit Parkinson, penyakit jantung, sirosis hati dll.

Dua puluh studi di seluruh dunia menunjukkan bahwa kopi mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga 50%. Para peneliti menduga penyebabnya adalah kandungan asam klorogenik dalam kopi berperan memperlambat penyerapan gula dalam pencernaan. Asam klorogenik juga merangsang pembentukan GLP-1, zat kimia yang meningkatkan insulin (hormon yang mengatur penyerapan gula ke dalam sel-sel). Zat lain dalam kopi yaitu trigonelin (pro vitamin B3) juga diduga membantu memperlambat penyerapan glukosa.

Manfaat Kopi Mencegah Resiko Kanker Mulut dan Melindungi Gigi
Kandungan senyawa dalam kopi bermanfaat mencegah terjadinya resiko kanker mulut, membatasi pertumbuhan sel kanker. Selain itu kopi mengandung sifat anti bakteri & anti-perekat yang sangat baik untuk menyembuhkan berbagai masalah berkaitan dengan kesehatan mulut, termasuk gigi berlubang, pembentukan plak dan infeksi gusi.

Manfaat Kopi Sebagai Pembangkit Stamina dan Energi Ekstra
Mekanisme kerja zat kafein dalam tubuh bersaing dengan fungsi adenosin dalam tubuh kita. Adenosin sendiri merupakan senyawa yang terdapat dalam sel otak berfungsi membuat orang cepat tertidur. Kandungan kafein dapat memperlambat gerak sel-sel tubuh sehingga tubuh tidak mudah lelah/mengantuk, muncul perasaan segar, mata terbuka lebar, detak jantung lebih kencang, serta naiknya tekanan darah.

Manfaat Kopi Mengurangi Rasa Sakit Kepala
Menurut Seimur Damond, M.D, dari Chicago’s Diamond Hadche Clinic. Bahwa kandungan kafein pada kopi dapat mengurangi derita sakit kepala. Penderita sakit kepala atau migran ringan terbukti dapat disembuhkan dengan meminum secangkir kopi pekat.

Manfaat Kopi Mengatasi Perubahan Suasana Hati & Depresi
Minum kopi secara teratur sesuai dengan porsinya dapat memaksimalkan kerja otak lebih baik. Kandungan antioksidan pada kopi dapat menangkal kerusakan sel otak & membantu jaringan saraf untuk bekerja lebih baik. Sedangkan kandungan kafein dalam kopi berfungsi sebagai stimulan tubuh. Hal ini dapat merangsang indera kita serta meningkatkan laju metabolisme. Sehingga meningkatkan kemampuan dalam berkonsentrasi, mengatasi perubahan suasana hati bahkan depresi.

Manfaat Kopi Untuk Kecantikan
Sumber : http://spesialmedia.com/gaya-hidup/5-manfaat-kopi-untuk-kecantikan-anda

Manfaat Kopi Untuk Scrub
Bagi Anda yang memiliki kulit kering akan mendapatkan manfaat maksimum kopi sebagai pengelupas sel kulit mati dan merevitalisasi kulit tanpa membuatnya menjadi lebih kering. Kulit yang kering bisa menyebabkan penuaan dini akan tetapi kopi memiliki sifat anti penuaan yang mencegah masalah kulit tersebut. Aplikasikan 3 sendok teh kopi bubuk halus lembut dicampur dengan 1 sendok teh susu dan buatlah menjadi pasta. Aplikasikan pasta tersebut ke wajah sebagai scrub. Pijatlah seluruh area wajah dalam gerakan melingkar kemudian biarkan sampai mengering. Setelah pasta mengering bilaslah dengan air dingin. Lalu keringkan wajah dengan handuk lembut dengan cara ditepuk-tepuk. Anda juga mengaplikasikan pelembab ke wajah anda untuk mengunci semua kelembaban di kulit.

Manfaat Kopi Untuk Masker Wajah
Kopi bubuk yang dikombinasikan dengan coklat, susu bubuk dan molase sebagai masker wajah akan membantu mengangkat dan mengencangkan kulit kendur. Membersihkan wajah dan tidak kurang sebagai krim anti mikroba.

Manfaat Kopi Untuk Kulit Kepala
Perlu anda ketahui bahwa kopi ternyata juga bermanfaat untuk kulit kepala serta bagus untuk rambut. Properti antioksidan yang dikandungnya bisa mencegah rambut mengalami kerontokan. International Journal of Dermatolog menunjukkan bahwa kafein pada kopi dapat merangsang pertumbuhan folikel kecil di kulit kepala pada pria yang mulai mengalami kerontokan rambut, seperti dilansir Livestrong. Menurut para peneliti, dibutuhkan lotion topikal yang kaya kafein yang nantinya dioleskan pada kulit kepala untuk memblokir efek dari DHT yang merusak. Karena pada umumnya kebotakan yang dialami laki-laki adalah akibat karena folikel rambut terpapar oleh DHT terlalu banyak.

Manfaat Kopi Untuk Body Message
Anda bisa mencampur kopi dengan kakao butter atau mentega biasa yang akan menjadi campuran pijat yang ideal. Resep ini apabila diaplikasikan akan baik pada kulit dan menghaluskan kulit. Memelihara kulit, melembabkan dan mencegah keriput.

Manfaat Kopi Untuk Manicure dan Pedicure Bubuk kopi aromatik sangat baik dalam membersihkan tumit retak dan siku hitam. Gosokkan pasta dan pijatlah selama beberapa menit yang akan menghapus semua kotoran di area tersebut dan membuat kulit halus.